Lubang di Lini Belakang Sangat Menganga, PSS Kalah 1-3 dari Tira-Kabo

Junius Bate (kanan) tak bisa mematikan Ciro Alves (kiri) dengan sempurna saat PSS kalah 1-3 dari Tira-Kabo di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (19/8/2019). - Antara/Yulius Satria Wijaya
19 Agustus 2019 18:22 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, BOGOR—Sebelum mendampingi timnya menjamu PSS Sleman pada laga pekan ke-15 Liga 1 2019, Pelatih PS Tira-Persikabo Rahmad Darmawan melontarkan pujian kepada Seto Nurdiyantoro. Menurut RD, panggilan karib Rahmad Darmawan, Seto adalah pelatih yang punya banyak variasi skema.

Ketika kedua tim bertemu di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (19/8/2019) sore, ucapan RD tak terbukti. Seto tidak mengubah skema timnya meski kehilangan lima pemain pilar akibat cedera dan akumulasi kartu. Seto tetap memakai 4-3-3, formasi yang selalu dipakai di 14 pertandingan Liga 1, dan hanya mengutak-atik posisi pemain. Yang paling krusial adalah menempatkan fullback Junius Bate sebagai bek tengah mendampingi Ikhwan Ciptady.

Menurut catatan Transfermarkt, pemain belakang berumur 26 tahun itu memang bisa menjadi bek tengah di luar posisi naturalnya sebagai bek kiri. Namun, kualitas Bate sebagai bek tengah saat melawan Tira-Kabo sungguh meragukan.

Dia dan Ikhwan gagal menjalin kekompakan, terutama saat menghadapi situasi bola mati, dan taruhannya sangat besar. Lini belakang PSS keropos ketika menyambut umpan lambung dari sepak pojok maupun tendangan bebas. Dua gol yang bersarang ke gawang PSS tak bisa dilepaskan dari koordinasi buruk di lini belakang. Pada menit ke-11, Kurshed Beknazarov dengan leluasa menanduk umpan tendangan penjuru Wawan Febrianto. Dia tak terkawal dan mencetak gol untuk membawa Tira-Kabo memimpin 2-0. Tujuh menit sebelumnya, sahibulbait unggul cepat setalah Ciro Alves melepaskan tendangan penalti yang sempurna ke pojok kanan bawah gawang kiper Ega Rizky.

Di babak kedua, ketika pertandingan berjalan 14 menit, keburukan serupa kembali diperlihatkan barisan pertahanan Super Elang Jawa.

Osas Saha, striker yang baru saja dipanggil masuk dalam skuat Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022, juga dibiarkan berdiri tanpa pengawalan. Bate, Ikhwan, atau siapa pun yang bertanggung jawab meredam ancaman dari bola mati seolah tak melihat keberadaan pemain tinggi besar kelahiran Nigeria berusia 32 tahun tersebut. Saha dengan nyaman menanduk bola umpan lambung dari tendangan bebas Wawan Febriyanto, penyerang sayap Tira-Kabo yang memasang logo PSS Sleman di foto latar belakang akun Twitter-nya.

Kelengahan bek-bek mengubur kegigihan gelandang serta penyerang lapis kedua PSS untuk mengimbangi Tira-Kabo. Seto terkesan tak tanggung-tanggung dalam menyiasati absennya beberapa pilar penting. Tak hanya menurunkan penghangat bangku cadangan karena terdesak keadaan, Seto melangkah lebih jauh dengan memarkir pemain-pemain yang berperan besar membawa PSS ke papan atas Liga 1 hingga pekan ke-14.

Pencetak gol terbanyak tim, Yevhen Bokhashvili dicadangkan dan baru masuk di menit ke-76. Kushedya Hari Yudo yang biasanya menjadi penyerang sayap difungsikan sebagai ujung tombak. Perubahan ini berjalan bagus. Kushedya bisa membuat enam percobaan tembakan, tiga akurat, dan salah satunya berbuah gol di menit ke-23.

Sidik Saimima yang rutin menjadi gelandang box to box dimainkan sebagai sayap kanan, menggeser Irkham Milla ke bangku cadangan. Milla, bintang muda yang diorbitkan Seto, memulai pertandingan sejak menit ke-58, satu menit sebelum PSS kebobolan untuk kali ketiga, menggantikan Rangga Muslim.

Seto tak bisa berbuat banyak karena pilihan yang dia miliki juga sedikit. Lini tengah sudah kehilangan Brian Ferreira dan Guilherme Batata. Seto terpaksa memainkan Nerius Alom dan Ricky Kambuaya untuk menemani Dave Mustaine. Ketiganya tidak kalah bertarung dengan duet gelandang bertahan Manahati Lestusen serta Louise Parfait. Ricky Kambuaya bahkan bisa melepas dua percobaan tembakan dan menciptakan empat umpan kunci. Secara keseluruhan, PSS Sleman juga bisa melepas 17 percobaan tembakan, meski hanya lima yang mengarah ke gawang. Di sisi lain, Tira-Kabo hanya melepas 11 percobaan tembakan dengan empat yang akurat.

Namun, lubang yang ditinggalkan Alfonso de La Cruz, Asyraq Gufron, dan Purwaka Yudi di lini belakang PSS tak bisa diisi dengan baik oleh Junius Bate dan Ikhwan Ciptady. Keputusan keduanya saat menghadapi situasi bola mati menjadi penentu pertandingan di Pakansari. PSS pun kalah 1-3 dan tertahan di peringkat kelima klasemen dengan nilai 21 dari 15 laga, sangat rentan tergusur Borneo FC (nilai 20) dan PSM Makassar (nilai 19) karena kedua tim baru memainkan 12 dan sepuluh pertandingan.

Sementara, Tira-Kabo merebut kembali puncak klasemen dari Bali United. Setelah kalah 1-2 dari Bali United pekan lalu, Tira-Kabo tegusur ke peringkat kedua. Kini, Laskar Padjadjaran mengoleksi 32 angka, menyalip Bali United yang mengumpulkan 31 angka. Persaingan di puncak klasemen akan terus sengit. Sementara, PSS punya pekerjaan tak mudah untuk menjaga posisi mereka tetap di papan atas, terutama di lini belakang.