PSS Terlilit Masalah Besar Jelang Lawatan ke Tira-Kabo, Seto Tak Hilang Harapan

Brian Ferreira, tak bisa diandalkan PSS melawan PS Tira-Persikabo. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
18 Agustus 2019 17:47 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja,com, SLEMAN—PSS Sleman datang ke markas PS Tira-Persikabo di Stadion Pakansari, Cibinong, dengan kondisi serba sulit. Di laga pekan ke-15 Liga 1 2019 ini, Super Elang Jawa akan mencoba bertahan dengan kondisi seadanya.

PSS sedang dihantam persoalan teknis dan nonteknis. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Persela Lamongan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (15/8/2019), bara dalam sekam Super Elang Jawa terungkap. Persoalan bonus menjadi ganjalan skuat PSS Sleman. Sehari kemudian, Viola Kurniawati mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan CEO PT Putra Sleman Sembada, perusahaan pengelola klub.

Di lapangan, kesulitan yang mendera anak asuh Seto Nurdiyantoro tak kalah berat. PSS akan melawan PS Tira-Persikabo dengan kekuatan yang sangat keropos.

Super Elang Jawa tinggal memiliki satu bek tengah: Ikhwan Ciptady. Alfonso de La Cruz dan Asyraq Gufron absen karena menjalani hukuman akumulasi kartu. Alfonso mendapatkan kartu merah saat PSS menahan imbang Persela. Adapun Asyraq Gufron Rachmadan sudah mengantongi tiga kartu kuning. Satu bek tengah lain, Purwaka Yudi, masih dibekap cedera.

Kreativitas dan kegigihan di lini tengah juga akan anjlok drastis. Gelandang bertahan Guilherme Batata dan gelandang serang Brian Federico Ferreira harus menepi.

Keduanya absen karena sudah mengantongi tiga kartu kuning. Batata adalah pelindung utama lini belakang Super Elang Jawa. Setelah absen di lima laga awal karena cedera, gelandang asal Brasil itu langsung menjadi elemen penting keberhasilan PSS merangkak ke papan atas.

Batata adalah gelandang PSS paling sering menekel (1,5 per laga) dan mencegat operan (0,7) per laga. Dia juga piawai menggalang serangan dengan mengemas satu asis dan membuat 1,8 operan kunci per laga.

Sementara, Brian adalah nyawa utama serangan PSS selain Yevhen Bokhashvili. Gelandang Argentina itu membuat 2,7 operan kunci per laga, empat asis, dan enam gol. Seto kian mafhum PSS berada dalam kesulitan lantaran PS Tira-Persikabo menjelma menjadi tim kuat sejak ditangani Rahmad Darmawan. Setelah nyaris terdegradasi musim lalu, Tira-Kabo kini berada di peringkat kedua klasemen dan tak terkalahkan di 13 laga sebelum secara tragis takluk 1-2 di kandang sendiri dari Bali United.

“Tira itu seperti buldozer, tidak punya rem, sedangkan kami dalam kondisi yang compang-camping. Tidak kalah banyak saja sudah bagus,” kata Seto.

Meski demikian, Seto tak ingin kehilangan harapan. Dengan segala keterbatasan, dia akan berusaha meracik startegi paling bagus untuk meredam Tira-Kabo. “Harapan saya, pemain bisa terapkan apa yang saya instruksikan,” kata Seto.