BCS Tetap Boikot Pertandingan PSS Selama Perkara Poster Belum Selesai

Pertandingan antara PSS Sleman melawan Borneo FC, Rabu (20/11/2019). - Harian Jogja/Jumali
21 November 2019 17:17 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Kelompok suporter PSS Sleman Brigata Curva Sud (BCS) tetap akan memboikot pertandingan kandang PSS Sleman di Liga 1 2019 hingga persoalan yang menimpa salah satu anggotanya, Y, selesai.

Y, remaja 16 tahun yang tinggal di Prambanan, Klaten, harus berurusan dengan Polsek Sleman setelah menempelkan poster berisi kritik terhadap bos PSS Sleman di salah satu mal di Sleman, Minggu (10/11/2019) lalu. Ada dua versi mengenai perkara ini. Koordinator BCS Zulfikar mengatakan Y dijemput polisi. Adapun Kanit Reskrim Polres Sleman Iptu Yulianto menyebut Y menyerahkan diri diantar Ketua RT setempat ke Mapolsek Sleman.

Y kemudian dititipkan di panti sosial karena statusnya masih anak-anak sebelum akhirnya dipulangkan pada Rabu (20/11/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Y tetap dikenakan wajib lapor dan perkara hukum yang membelit Y tetap dilanjukan. Polisi masih memburu R yang diduga menyuruh Y menempelkan poster tentang PSS di mal.

Zulfikar mengatakan boikot akan diteruskan sampai persoalan rampung.

“Hasil [yang dibicarakan dalam] forum, pokokmen boikot sampai masalah klir. Ini belum klir,” kata Zulfikar kepada Harian Jogja, Kamis (21/11/2019).

BCS sudah memboikot laga PSS menjamu Borneo FC pada pekan ke-28, Rabu (20/11/2019) malam. Tribune selatan yang biasa menampung 10.000 anggota BCS kosong. Tidak ada nyanyian lantang dan suara drum khas mereka saat PSS bertanding. Super Elang Jawa pun takluk 0-1. Pertandingan kandang PSS selanjutnya adalah menjamu Perseru Badak Lampung FC, Selasa, 3 Desember 2019.

“Kami sangat menyayangkan kejadian seperti ini. Karena tim sangat butuh dukungan dari suporter,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Pertandingan (Panpel) PSS Sleman Tri Mulyanto, di sela-sela laga.

Mbah Mul, panggilan akrab Tri Mulyanto, mengungkapkan akibat boikot, pertandingan PSS menjamu Borneo FC hanya disaksikan 6.381 penonton. Padahal, Panpel PSS sudah mencetak 25.100 lembar tiket.

Menurut gelandang PSS Sidik Saimima, Super Elang Jawa tetap berusaha menunjukkan penampilan terbaik.

"Sesungguhnya tetap ada suporter. Tetapi tanpa BCS, kami tetap menunjukkan penampilan terbaik. Bila akhirnya belum menang, pertandingan ini memang bukan untuk kami," kata Sidik Saimima seusai pertandingan PSS melawan Borneo FC.