Tagar #BebaskanYudhiatauBoikot Viral, Ini Kronologi Penahanan Suporter PSS

Trending Twitter - Twitter
20 November 2019 11:47 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Polsek Sleman mengungkapkan duduk perkara kasus yang menjerat Y, 16, salah satu suporter PSS Sleman asal Prambanan, Klaten.

Menurut polisi, Y bukan ditangkap oleh aparat kepolisian, melainkan datang sendiri ke Polsek Sleman bersama dengan ketua RT setempat. Selain itu, Y juga tidak ditahan, tetapi dititipkan ke panti sosial.

“Ya, karena anak-anak, maka kami kembalikan ke keluarga. Karena bapaknya mengalami gangguan jiwa dan ibunya di Jakarta, kami koordinasikan dengan dinas sosial, BPRSR untuk pembinaan pada anak yang bermasalah,” kata Kanit Reskrim Polsek Sleman, Iptu Yulianto, Selasa (19/11/2019) malam di Sleman.

Yulianto mengungkapkan Y adalah anggota CS Tasta, komunitas di bawah BCS. Kepolisian menerima laporan dari manajemen mal tentang aksi vandalisme yang pada Minggu (10/11/2019). Kepolisian langsung menggelar penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.

“Di sana kami mendapati poster yang merendahkan martabat orang yang seharusnya tidak ditulis atau ditempel di situ. Dari hasil penyelidikan ini, kami menaikkan status menjadi penyidikan. Kami juga telah melakukan penyitaan dan pemanggilan saksi-saksi,” terang Yulianto.

Sepekan dari peristiwa tersebut, yakni Sabtu (16/11/2019), kepolisian mendapatkan informasi mengenai pelaku penempelan poster tersebut. Rupanya pelaku masih di bawah umur. Penyidik kemudian meminta keluarga untuk mendampingi pelaku datang ke Polsek Sleman.

“Kami imbau yang bersangkutan datang ke Polsek didampingi orang tua karena ayahnya mengalami gangguan jiwa, dan ibunya berada di Jakarta. Koordinasi pun kami lakukan bersama dengan ketua RT setempat. Akhirnya, yang bersangkutan datang bersama dengan ketua RT ke Polsek,” ucap Yulianto.

Lantaran pelaku di bawah umur, kepolisian mengembalikan perkara ini kepada keluarga.

“Kami koordinasikan dengan dinas sosial untuk pembinaan anak yang bermasalah,” kata dia.

Perkara ini kemudian berujung pada viralnya tagar #BebaskanYudhiatauBoikot di Twitter.