Terima Rp241 Juta dari Suporter, Pelatih PSS: Kalau Bicara Bonus Sangat Menyakitkan

Seto Nurdiyantoro - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
15 Agustus 2019 22:42 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kelompok suporter PSS Sleman, BCS, memberikan bonus senilai Rp241 juta kepada pemain atas pencapaian mereka di Liga 1 2019. Bonus ini menjadi oase di tengah persoalan yang mendera Super Elang Jawa.

Uang itu merupakan hasil penggalangan dana sejak beberapa hari terakhir dan diserahkan kepada pemain PSS seusai pertandingan melawan Persela Lamongan pada pekan ke-14 Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (15/8/2019).

Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro sangat berterima kasih atas bonus yang diberikan suporter, apalagi Seto tak terlalu berkenan ketika bicara bonus.

“Ini sangat berarti bagi kami karena dari awal, kalau saya bicara bonus itu sangat menyakitkan. Jadi saya bangga dengan pemain. Anak-anak luar biasa. Bisa sampai sejauh ini karena ada kemauan. Mudah-mudahan yang di sana mendengarkanlah, pahamlah,” ucap Seto.

Seto menyatakan pembagian uang Rp241 juta menjadi hak pemain.

“Semua yang dari suporter, tanya pemain. Itu hak mereka, biar mereka yang membagi,” kata Seto. 

Sampai pekan ke-14, Super Elang Jawa masih bertengger ke peringkat kelima klasemen sementara dengan nilai 21. Nilai PSS hanya kalah dari Bali United (32), PS Tira-Persikabo yang akan dihadapi Senin pekan depan (29), serta Madura United dan Arema FC (masing-masing 22).

PSS adalah tim promosi terbaik, jauh lebih baik ketimbang Semen Padang yang barada di urutan buncit klasemen sementara karena baru mengemas empat angka dari 11 pertandingan dan Kalteng Putra yang tertahan di peringkat ke-12 dengan nilai 14 dari 13 laga.

Namun, pencapaian apik ini tak dibarengi dengan hubungan harmonis antara suporter dan manajemen klub. Suara ketidakpuasan di kalangan fans sangat kencang dan bisa menjadi api dalam sekam.