PSS Punya Kans Akhiri Musim di Papan Atas, Seto Memilih Fokus Amankan Poin di Tiap Laga

Yehven Bokhashvili, punya peluang mengakhiri musim Liga 1 2019 bersama PSS Sleman di papan atas. - Antara/Hafidz Mubarak
18 Oktober 2019 19:32 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman melejit ke peringkat keempat klasemen sementara Liga 1 2019 setelah menundukkan Kalteng Putra 1-0 dalam pertandingan pekan ke-23 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (18/10/2019) sore.

Dengan 11 pertandingan tersisa, Super Elang Jawa punya peluang besar untuk mengakhiri musim di papan atas. Jika terwujud, ini merupakan pencapaian luar biasa karena PSS adalah tim promosi. Prestasi PSS jauh lebih baik ketimbang Kalteng Putra dan Semen Padang, dua tim lain alumni Liga 2 musim lalu. Kabau Sirah dan Laskar Isen Mulang kini masih ngos-ngosan bersaing di papan bawah dan belum aman dari jerat degradasi.

Meski sejauh ini sudah membawa PSS ke papan atas dan melampaui ekspektasi sebagai tim promisi, Seto enggan berpikir terlalu jauh.

“Saya tidak akan fokus pada masalah klasemen. Fokus saya adalah poin di tiap pertandingan. Satu per satu pertandingan kami jalani dan jangan sampai kehilangan poin. Itu saja,” ucap Seto dalam konferensi pers seusai pertandingan, Jumat petang.

Di 11 laga tersisa, PSS akan memainkan enam laga kandang melawan Persija Jakarta, Bali United, Borneo FC, Perseru Badak Lampung, Persib Bandung, dan PS Tira-Persikabo. Sementara, lima laga tandang yang tersisa adalah melawat ke markas Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Barito Putera, Persela Lamongan, dan PSM Makassar.

Konsistensi PSS sudah teruji hingga pekan ke-23 dan kemungkinan besar tak akan terlalu banyak kehilangan poin di kandang lawan maupun saat menjamu tim-tim besar di Maguwoharjo.

PSS kini berada di anak tangga keempat dengan 35 angka dari 23 pertandingan. Posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena tiga tim lain terus menguntit dengan jumlah pertandingan lebih sedikit.

Borneo FC yang baru memainkan 21 laga (dan hingga berita ini diturunkan masih bermain melawan Bali United) sudah mengemas 34 angka. Arema FC yang juga baru 21 kali bermain sudah mengumpulkan 33 poin. Sementara, Persipura Jayapura yang tertinggal dua angka dari PSS malah baru memainkan 20 pertandingan.

PSS punya peluang besar untuk menambah angka karena pada pekan ke-24 akan menjamu juara bertahan yang kini malah kesulitan bersaing, Persija Jakarta. PSS akan melawan Persija pada Kamis (24/10/2019) malam.

Jika mampu bermain disiplin seperti pada babak pertama, PSS bisa mengalahkan Persija sekaligus membalas kekalahan 0-1 di putaran pertama.

Super Elang Jawa bermain nyaris tanpa cela di babak pertama melawan Kalteng Putra dan

unggul 1-0 lewat Yevhen Bokhashvili di menit ke-10. Striker Ukraina itu menyambut bola umpan sepakan bebas Guilherme Batata dengan menyundul sambil membelakangi gawang.

Kiper Kalteng Putra Recky Rahayu terkecoh dan terpaku melihat gawangnya dijebol Yevhen. Ini menjadi gol sundulan kedua PSS musim ini, semuanya lewat kepala Yevhen. Di pekan ke-22, striker 26 tahun itu juga mencetak gol lewat ayunan kepala saat PSS mengalahkan Bhayangkara FC 2-0.

PSS bermain sangat rapi dengan skema baku 4-3-3. Badai cedera di lini belakang bisa ditambal dengan kembalinya bek berpengalaman, Purwaka Yudi. Dia ditandemkan dengan Ikhwan Ciptady dan bisa membuat kolaborasi yang solid di jantung pertahanan.

Dua fullback, Bagus Nirwanto di kanan dan Derry Rachman di kiri, bermain disiplin. Keduanya tahu kapan membantu serangan dan tahu kapan bertahan sehingga serangan balik yang menjadi andalan Kalteng Putra selalu mentah di kaki mereka.

Sementara, kepergian Irkham Milla untuk mengikuti turnamen bersama Timnas Indonesia U-23 di China dan kurang bugarnya Haris Tuharea serta Dave Mustaine sama sekali tak melemahkan PSS.

Seto memasang gelandang muda Ocvian Chanigio sebagai pengganti Dave. Di lini depan, Antoni Putro Nugroho dan Kushedya Hari Yudo membentuk formasi inverted winger. Mereka bergantian mengisi sayap kiri dan kanan.

PSS sangat dominan, apalagi pengatur serangan Brian Ferreira tampil dalam performa terbaik. Di 45 menit babak pertama, gelandang Argentina ini mencatat empat dribel sukses dan menciptakan tiga peluang, dan dua kali melepaskan tembakan, salah satunya lewat tendangan bebas. Gol PSS lahir dari giringan Brian. Pada menit kesembilan dia berlari membawa bola tengah lapangan. Sempat berebut bola dengan Yevhen, Brian bisa mengumpan, meski tak sempurna, kepada Kushedya. Kushedya kemudian dilanggar kapten Kalteng Putra I Gede Sukadana dan PSS diberi hadiah tendangan bebas yang dieksekusi dengan baik menjadi asis oleh Batata.