Seto Lebih Suka Jadi Asisten RD daripada Pelatih Timnas Indonesia, Ini Alasannya

Seto Nurdiyantoro - Harian Jogja/Budi Cahyana
17 Oktober 2019 18:52 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro lebih memilih menjadi asisten pelatih di Timnas Indonesia alih-alih menjadi pelatih. Seto menjadi favorit pengganti Simon McMenemy yang gagal membawa Indonesia meraih hasil bagus di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Nama Seto kali pertama dimunculkan sebagai kandidat Pelatih Timnas Indonesia oleh pengamat sepak bola nasional Justinus Lhaksana. Seto dinialai cocok membesut skuat Garuda karena racikannya di PSS terbukti ampuh. Sebagai tim promosi, Super Elang Jawa langsung bertengger di papan atas klasemen hingga pekan ke-22 Liga 1 2019. Seto juga bisa luwes beradaptasi. Saat timnya pincang karena beberapa pemain cedera, Seto selalu menemukan cara untuk menambal kelemahan dan membuat PSS tetap kokoh.

Kepada awak media di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (17/10/2019) petang, Seto mengaku lebih senang diberi tanggung jawab sebagai asisten pelatih daripada langsung menjadi pelatih di level internasional.

“Ini impian dan hanya opini. Tetapi sebagai asisten pelatih, saya bisa belajar banyak,” ucap dia.

Menurut Seto, sosok yang paling pas menjadi Pelatih Indonesia sekaligus figur tempat dia ingin belajar adalah Rahmad Darmawan, eks Pelatih Indonesia U-23 dan sejumlah tim papan atas Indonesia yang kini menangani PS Tira-Persikabo. Seto menilai pelatih yang kerap dipanggil degan sebutan RD tersebut sebagai sosok mapan di sepak bola Indonesia.

“Coach RD adalah pelatih berpengalaman dan dia selalu bisa membawa klub-klub Indonesia yang dia latih stabil di papan atas. Itu alasan saya ingin menjadi asistennya jika dipercaya menangani Timnas Indonesia,” ucap Seto.

RD juga pernah memuji Seto sebagai pelatih muda bertangan dingin. Pujian itu dia lontarkan sebelum Tira-Kabo menjamu PSS di laga pekan ke-13 Liga 1 2019. Pada pertandingan tersebut, Tira-Kabo menang 3-1.

Meski namanya santer disebut sebagai sosok yang pas menangani Timnas Indonesia, Seto tak menganggapnya secara serius.

“Itu opini dan saya menghormati kontrak dengan PSS Sleman. Semuanya tergantung federasi [PSSI] dan PT PSS. Sejauh ini, federasi belum menghubungi saya,” ucap Seto.