Dalam Situasi Terjepit, PSS Justru Kerap Menang Meyakinkan

Yevhen Bokhashvili merayakan gol ke gawang Bhayangkara FC, Jumat (4/10/2019). - Antara/Hafidz Mubarak
04 Oktober 2019 19:27 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PSS Sleman kembali menunjukkan mental kuat untuk bermain di kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia. Dalam situasi terjepit dan compang-camping, Super Elang Jawa malah bisa bermain apik dan memetik hasil positif.

Sudah tiga kali PSS menang justru ketika tampil dengan kekuatan yang tak komplet. Pada pertandingan pekan ke-11 di kandang Madura United, Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Rabu (31/7/2019), Super Elang Jawa datang dengan kekuatan pincang. Bek Purwaka Yudi cedera dan tandemnya di jantung pertahanan, Alfonso de La Cruz, belum sepenuhnya bugar sehingga diparkir. Penyerang sayap kiri Haris Tuharea juga tak bisa bermain karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Seto terpakasa menduetkan bek pelapis: Ikhwan Ciptady dan Asyraq Gufron, serta menggeser Irkham Milla sebagai penyerang sayap kiri. Hasilnya bagus karena lini belakang tampil kokoh dan Milla mencetak gol penentu dalam kemenangan 1-0.

Pada pekan ke-16 saat menjamu PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Jumat (23/8/2019), PSS juga keteteran karena pilar di lini tengah, Dave Mustaine tidak bugar dan dipaksakan bermain. Super Elang Jawa tertinggal 0-2 di babak pertama dan secara luar biasa membalikkan keadaan menjadi 3-2 berkat kejelian Seto mengubah susunan pemain di jeda permainan.

Situasi serupa kembali terulang pada pekan ke-22 di kandang Bhayangkara FC, Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (4/10/2019). Super Elang Jawa melawat bermodal 18 pemain yang menurut pelatih Seto Nurdiyantoro dalam kondisi 90%. Seto sudah kehilangan tiga pemain yang harus mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23. Situasi semakin runyam karena Brian Ferreira, pemain paling kreatif milik PSS, tak bisa turun karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Ricky Kambuaya yang seharusnya bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Brian malah cedera, begitu pula dengan Haris Tuharea.

Seto tetap memakai formasi 4-3-3 dengan perubahan di sana sini. Derry Rachman yang kurang fit digantikan Jajang Sukmara. Di lini tengah, wajah PSS berbeda jauh. Guilherme Batata yang biasanya menjadi jangkar di depan empat bek didorong ke depan mengisi tempat yang biasa ditempati Brian Ferreira. Ardan Aras yang didatangkan di paruh musim menjadi deep lying playmaker dan pemain baru lainnya, Ocvian Chanigio mendampingi Batata. Di depan, Yevhen Bokhashvili tetap menjadi ujung tombak, diapit dua pemain muda, Rangga Muslim di kiri dan Asryad Yusgiantoro di kanan.

Skema ini mampu mengimbangi permainan Bhayangkara FC. Lima menit sebelum turun minum, Seto memasukkan Dave dan menarik keluar Ardan Aras sehingga Batata kembali menjadi anchor. Seto kembali mengubah susunan pemain sekaligus formasi saat babak kedua berjalan sepuluh menit. Arsyad digantikan Kushedya Hari Yudo dan PSS bermain dengan skema 4-3-1-2.

Perubahan ini berhasil. Yudo bisa memberikan efek yang signifikan dan mengeksploitasi salah satu titik lemah Bhayangkara FC: bek kanan Alsan Sanda. Tiga menit setelah masuk, Yudo menggiring bola melewati Alsan Sanda dan mengirimkan umpan silang mendatar ke arah Rangga Muslim. Bola bisa diblok Anderson Salles, tetapi meluncur liar. Yevhen bergerak cepat dan tak menyi-nyiakan peluang. Striker Ukraina tersebut mencocor bola melewati kiper Wahyu Tri Nugroho.

Bhayangkara yang tersengat kemudian meluncurkan gelombang serangan bertubi-tubi. Namun, kegemilangan Ega Rizky (dia juga tampil luar biasa saat PSS menang 1-0 atas Madura United) dan ketidakmampuan Bruno Matos serta Lee Yoo-joon menembak secara akurat mementahkan semua upaya serangan sahibulbait.

Sebaliknya, kesabaran PSS berbuah bagus. Berawal dari tendangan sudut, Wahyu Sukarta yang baru empat menit di lapangan setelah menggantikan Ocvian mengirim umpan lambung ke kotak penalti. Yevhen yang lepas dari pengawalan Salles menanduk bola untuk membuat PSS menang 2-0. Ini menjadi gol ke-13 Yevhen, sekaligus gol pertama PSS dari tandukan kepala sepanjang musim ini.

Kemenangan ini membuktikan PSS sangat pantas bermain di Liga 1 karena dengan segala keterbatasan, mereka bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada.