PSS Akhirnya Menang Kandang pada Sore Hari, Ini Komentar Seto

Suporter PSS Sleman - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
18 Oktober 2019 19:02 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman akhirnya mampu mengakhiri tren buruk bermain di kandang, terutama saat sore hari. Super Elang Jawa menang 1-0 atas Kalteng Putra pada pertandingan pekan ke-23 Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (18/10/2019).

Gol tunggal dalam pertandingan ini dilesakkan striker Yevhen Bokhashvili lewatan sundulan di menit ke-10, setelah memanfaatkan umpan tendangan bebas Guilherme Batata. Tiga poin ini membuat PSS memutus dua hasil seri beruntun di Maguwoharjo. PSS juga memperbaiki rekor kandang mereka menjadi empat kali.

“Walaupun hanya 1-0, hasil ini sangat penting. Kemenangan ini bukan karena keberuntungan, melainkan hasil dari kerja keras pemain. Pertandingan sore ini sangat sulit karena Kalteng Putra tampil tanpa beban, dan hasil ini memberi dampak yang sangat postif untuk pemain karena akhirnya kami menang di kandang,” ucap Seto dalam konferensi pers seusai laga.

PSS terakhir kali memetik tiga poin di Maguwoharjo adalah saat membekuk PS Makassar secara dramatis 3-2 pada 23 Agustus lalu. Kemudian, dia dua laga kandang berikutnya, Super Elang Jawa selalu bermain seri yakni 1-1 melawan Persipura dan 2-2 melawan Madura United.

Sebelum kemenangan atas Kalteng Putra, PSS seperti dinaungi aura negatif saat bermain di kandang.

Dari sepuluh pertandingan di Maguwoharjo, PSS hanya menang tiga kali, yakni 3-1 atas Arema, 2-1 atas Persebaya, dan 3-2 atas PSM. Super Elang Jawa bahkan sekali kalah 1-3 dari PSIS. Sementara, pada enam laga lainnya, anak asuh Seto selalu seri, yakni 1-1 melawan Semen Padang, Bhayangkara FC, Persela Lamongan, dan Persipura serta 2-2 melawan Barito Putera dan Madura United. Dari potensi 30 poin, PSS hanya bisa menggenggam 15 angka atau separuhnya.

Nilai PSS bahkan lebih banyak diraih di luar Maguwoharjo. Saat melawat ke kandang lawan, Super Elang Jawa bisa mengemas 17 angka dari 12 pertandingan. PSS kalah lima kali (0-1 dari Persija dan Persib, 1-3 dari Bali United dan PS Tira-Persikabo, serta 0-4 dari Arema FC), seri dua kali (1-1 lawan Persipura dan 2-2 lawan Bornoe FC), serta menang lima kali (2-0 atas Kalteng Putra, Perseru Badak Lampung dan Bhayangkara FC, serta 1-0 atas Madura United dan Semen Padang). Kemenangan 2-0 atas tuan rumah Kalteng Putra di putaran pertama sebenarnya didapat di Maguwoharjo. Kala itu, Kalteng yang masih bermarkas di Stadion Sultan Agung lebih memilih menggelar laga kandang di Maguwoharjo dengan pertimbangan banyaknya jumlah penonton.

Secara khusus, bermain di sore hari juga menyulitkan PSS. Super Elang Jawa selalu gagal meraih kemenangan saat menjamu tim tamu di Stadion Maguwoharjo jika pertandingan digelar di sore hari. Kali terakhir, PSS ditahan imban Madura United 2-2 pada laga pekan ke-21, Minggu (29/9/2019) sore.

PSS bahkan sempat dibikin malu kala kalah1-3 dari PSIS pada Rabu (17/7/2019) sore. Di tiga pertandingan lain di Maguwoharjo pada sore hari, Super Elang Jawa selalu imbang, yakni 1-1 melawan Bhayangkara FC pada Jumat (21/6/2019), 2-2 melawan Barito Putra pada Sabtu (27/7/2019), dan 1-1 melawan Persipura pada Kamis (19/9/2019).

Kini performa buruk itu sudah diputus.

“Meski sore ini kami menang, ada beberapa masalah yang harus dievaluasi, seperti sedikitnya peluang dan organisasi pertahanan yang harus lebih rapi,” kata Seto.

PSS bermain sangat dominan di babak pertama, tetapi hanya melepaskan lima tembakan ke gawang dan membuat satu gol. Di babak kedua, PSS kehilangan dominasi dan Kalteng Putra mampu bermain lebih menyerang dan tak hanya mengandalkan serangan balik.

Hasil ini membuat PSS merangkak ke peringkat keempat klasemen sementara dengan nilai 35 dari 23 pertandingan, sedangkan Kalteng Putra tetap terbenam di dasar klasemen dengan nilai 20 dari 22 laga.