Seto: Beberapa Pemain PSS Mungkin Keluar, Kami Butuh Pembenahan

Sidik Saimima (kiri), Kushedya Hari Yudo (tengah), dan Yevhen Bokhashvili (kiri), merayakan kemenangan PSS atas PSM. - Harian Jogja/Jumali
01 September 2019 21:12 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman menutup paruh pertama Liga 1 2019 dengan 24 poin dari 17 pertandingan. Pelatih Seto Nurdiyantoro menganggap pencapaian ini sudah memenuhi target.

Setidaknya, PSS lebih baik dari dua tim promosi lainnya. Super Elang Jawa bertengger di peringkat ketujuh dengan 24 angka, jauh lebih bagus ketimbang dua tim promosi lainnya: Kalteng Putra yang mengemas 17 angka di peringkat ke-15 dan Semen Padang yang hanya mengumpulkan 11 angka di dasar klasemen.

Laga terakhir Super Elang Jawa di putaran pertama adalah kekalahan 0-1 di kandang Persib Bandung, Jumat (30/8/2019).

PSS saat ini ada di bawah Bali United, PS Tira-Persikabo, Madura United, Arema FC, Persebaya, dan Borneo FC. PSS masih bisa tergusur dua tim lain, yakni PSM Makassar dan Persipura Jayapura yang masih menyimpan empat dan tiga pertandingan tersisa di putaran pertama.

Laga pertama PSS di putaram kedua adalah melawat ke kandang juru kunci klasemen, Semen Padang, pada Jumat (13/10/2019) pekan depan.

Seto menilai perlu pembenahan agar PSS tetap aman di papan klasemen akhir.

“Buat saya [nilai] ini sudah sesuai dengan target. Akan tetapi, perjalanan ke depan masih panjang. Di putaran kedua pertandingan akan banyak yang lebih berat. Apalagi tim lain sudah berbanah. Pemain juga mengerti dengan situasi tersebut. Pada putaran kedua kami akan terus coba meraih poin,” kata Seto, Minggu (1/9).

Menurut dia, PSS Sleman masih butuh tambahan pemain meski sudah merekrut tiga pemain baru. Penyebabnya, setelah lima pemain dilepas menjelang akhir putaran pertama, masih ada pemain yang kemungkinan hengkang.

“Beberapa pemain mungkin bisa keluar lagi. Jadi itu yang menjadi pekerjaan rumah kami. Harapan saya, kami tidak asal rekrut, tetapi sesuai dengan kebutuhan tim. Memang tidak mudah, tapi kami harus fokus,” kata Seto.