Demi PSIM Promosi ke Liga 1, Aji Santoso Pinggirkan Pemain Muda DIY

Aji Santoso - Harian Jogja/Jumali
28 Agustus 2019 19:47 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja Aji Santoso membatasi peluang pemain-pemain lokal Jogja untuk memperkuat Laskar Mataram musim ini. Kebijakan itu ditempuh demi memuluskan tujuan promosi ke Liga 1 2020.

Aji dikenal punya kemampuan mengorbitkan pemain muda. Contoh suksesnya adalah penyerang Saddil Ramdani yang dipoles di Persela setelah dibawa dari Aji Santoso International Football Academy (ASIFA), akademi milik Aji Santoso. Pelatih yang dikenal sebagai bek sayap kiri ulung semasa menjadi pemain ini juga mengangkat Malik Risaldi dan M. Hambali Tholib di Persela. Kini, Aji harus mengambil langkah berbeda dan hanya percaya kepada pemain-pemain yang sudah matang.

“Saya mohon maaf kepada teman-teman suporter, jika sementara tidak banyak pesepak bola muda DIY yang mendapatkan kesempatan, karena target kami adalah lolos ke babak 8 besar dan promosi ke Liga 1 musim depan,” ujar Aji.

Dia berjanji setelah PSIM lolos ke Liga 1 2020, pemain muda dari DIY akan diberi banyak kesempatan untuk bergabung dengan Laskar Mataram.

“Tahun depan, setelah kami lolos ke Liga 1, saya akan beri kesempatan. Saya buka selebar-lebarnya seleksi pemain muda dari DIY,” ucap Aji.

Saat ini, ada satu pemain binaan PSIM Jogja yang mampu menembus skuat Aji Santoso, yakni Yoga Pratama. Yoga diturunkan saat PSIM menjamu Persewar Waropen. Aji mengubah posisi Yoga karena melihat potensi lain dari pemain ini.

Yoga yang semula menjadi gelandang digeser ke sayap.

“Dia jika ditempatkan sebagai gelandang tidak efektif. Saya tempatkan sebagai pemain sayap dan saya melihat pemain ini prospek. Saya tinggal memberi pemahaman dan jam terbang,” ucap Aji.

Di putaran kedua, Aji mencoret 11 pemain, termasuk gelandang Raphael Maitimo yang belakangan bergabung dengan PSM Makassar. Sebagai gantinya, Aji merekrut sembilan pemain yang sesuai dengan rencananya.

Mereka yang direkrut Aji adalah Sutanto Tan, Hendra Wijaya, Saldi Amirudin, Witan Sulaeman, Nugroho Fatchur Rochman, Syaiful Indra Cahya, Junius Bate, dan Aldaier Makatindu.

“Para pemain baru ini kualitasnya lebih baik daripada yang kami lepas. Saya tahu betul mereka, karena sebagian besar adalah mantan anak didik saya,” ucap Aji.