PSIM Mengubah Formasi & Kalah, Aji Santoso Minta Maaf

Witan Sulaeman (biru) tak berdaya ketika ditempatkan sebagai sayap. - Harian Jogja/Jumali
27 Agustus 2019 20:47 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan Pelatih PSIM Jogja Aji Santoso merombak pemain saat melawan Mitra Kukar harus dibayar mahal. Di hadapan para pendukungnya, Laskar Mataram takluk 1-2 dari tamunya Mitra Kukar dalam pertandingan pekan ke-13 Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Selasa (27/8/2019) sore.

Dua gol Naga Mekes  dicetak Achmad Faris Ardiansyah pada menit ke-7 dan Andre Agustiar Prakoso pada menit ke-15. Gol konsolasi PSIM dicetak melalui titik putih oleh Muhammad Dwi Rafi Angga di menit ke-95.

Aji pun meminta maaf kepada para suporter. “Satu yang terpenting, kekalahan tadi menyadarkan semua pemain, termasuk pelatih. Kami perlu kerja keras, jangan sampai ada pemain baru malah membuat kami terlena. Ini justru mampu membangkitkan mental mereka, biar semua pemain kerja keras lagi karena pertandingan masih banyak,” kata Aji seusai pertandingan.

PSIM merekrut pemain dari klub Liga 1 untuk mengarungi putaran kedua. Setelah bermain meyakinkan, khususnya di babak pertama, kala menundukkan Persiba Balikpakan 2-1 pekan lalu, kini PSIM melempel.

Aji Santoso membuat banyak perubahan. Tanpa Syaiful Indra Cahya yang dibekap cedera tumit, PSIM menurunkan Heri Susilo sebagau bek kanan. Dua bek tengah dipercayakan kepada dua pemain baru Ahmad Mahrus Bahtiar dan Hendra Wijaya. Achmad Hisyam Tolle dicadangkan. Sementara, bek kiri tetap ditempati Aditya Putra Dewa.

Komposisi di lini tengah malah diubah drastis. Nugroho Fatchur Rachman yang semula dicadangkan dan baru dimainkan pada babak kedua saat mengalahkan Persiba Balikpapan kali ini diduetkan dengan Sutanto Tan di pusat permainan. Keduanya menyokong pergerakan gelandang serang Ichsan Pratama.

Sementara, Witan Sulaeman yang pekan lalu menjadi gelandang tengah digeser menjadi sayap kanan menempati posisi Rosi Noprihanis yang duduk di bangku cadangan. Witan bersama sayap kiri Saldi Amirudin mengapit ujung tombak Cristian Gonzales.

Perubahan komposisi ini mengubah permainan PSIM. Saat melawan Persib, PSIM bisa leluasa menekan sepertiga akhir lapangan. Kali ini kondisinya berbanding terbalik. Justru Mitra Kukar langsung menekan pertahanan PSIM di awal laga. Lini belakang yang ditempati dua pemain baru juga tampil buruk dan bisa dimanfaatkan oleh Mitra Kukar pada menit ketujuh ketika Achmad Faris Ardiansyah memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Delapan menit berselang, gawang Putu Pager kembali jebol. Penyerang Andre Agustiar Prakoso melepaskan tembakan jarak jauh yang mengecoh kiper PSIM.

Menurut Aji, dua gol tersebut tak perlu terjadi apabila lini belakang solid.

“Gol pertama harusnya ada antisipasi dari pemain untuk duel, karena gol tercipta lewat bola mati. Gol kedua, kiper salah mengantisipasi. Anak-anak tidak main jelek, tapi kami kalah hari ini,” terang Aji.

PSIM baru memperkecil ketinggalan pada menir ke-95 lewat tendangan penalti Dwi Raffi Angga yang masuk menggantikan Saldi Amirudin. Sahibulbait mendapat hadiah tendangan penalti setelah Rosi Noprihanis dilanggar di kotak terlarang.

PSIM yang masih mengoleksi 21 poin tetap aman di puncak klasemen meski kalah. Musababnya, di waktu bersamaan Persis Solo yang berada di peringkat kedua dengan 20 angka juga kalah 0-1 dari tamunya, Persiba Balikpapan.