Derby Mataram: Janji Merahkan Stadion Wilis, Pasoepati Tak Larang Suporter PSIM Jogja Datang

Pertandingan Persis Solo melawan PSIM Jogja pada 2013. - JIBI/Solopos/dok
13 Agustus 2019 16:47 WIB Ivan Andimuhtarom Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Suporter Persis Solo, Pasoepati, berjanji memenuhi dan memerahkan tribune penonton Stadion Wilis, Madiun, saat tim yang mereka dukung menghadapi PSIM Jogja dalam Derby Mataram pada lanjutan Liga 2 2019, Jumat (16/8) sore. 

Pasoepati berharap pemain Persis berjuang mati-matian demi meraih kemenangan. Laga itu menjadi duel paling bergengsi yang tersaji di Grup Timur musim ini.

Derby Mataram kali terakhir tersaji dalam lanjutan Grup 5 DU PT LI di Stadion Manahan, Sabtu, 27 April 2013. Kala itu, kedudukan berakhir 1-1. Persis gagal membalas kekalahan 1-4 di putaran pertama di Jogja pada 26 Maret 2013. Pertemuan dua tim tersebut selalu menjadi laga panas di kancah sepak bola Indonesia.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengungkapkan Pasoepati siap memerahkan Stadion Wilis. Warna merah memang identik dengan Laskar Sambernyawa. Pada laga tersebut, Pasoepati akan mengerahkan ribuan anggota mereka untuk memadati stadion berkapasitas 14.000 penonton tersebut.

“Saya berharap dukungan kami bisa maksimal. Semua kursi penonton dipenuhi pendukung Persis,” ujar lelaki yang akrab di sapa Rio tersebut saat dihubungi JIBI, Senin (12/8/2019).

Rio mengatakan Pasoepati akan berkoordinasi untuk membahas tur ke Madiun pada Senin malam. Mereka akan memfasilitasi anggota untuk keberangkatan, aktivitas selama di Madiun, hingga kembali pulang ke Solo.

“Kami lakukan persiapan seperti biasa. Kami ingin Persis menang. Tidak ada kata seri, apalagi kalah. Ini harga diri seluruh masyarakat Solo,” ucap Rio.

Terkait larangan pendukung PSIM datang ke Stadion Wilis, Rio mengatakan larangan itu berasal dari kepolisian yang mempertimbangkan faktor keamanan. Polisi tentu tak ingin mengambil risiko seandainya dua kelompok suporter fanatik bertemu.

“Mohon dicatat, Pasoepati tidak pernah melarang suporter PSIM datang ke stadion. Silakan saja. Tapi penolakan datang dari kepolisian,” kata dia.

Sumber : JIBI/Solopos