Daniel James Jalani Debut Impian Bersama Manchester United

Daniel James - Reuters/Jason Cairnduff
12 Agustus 2019 23:37 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Transfer Daniel James dari Swansea City ke Manchester United (MU) pada bursa musim panas ini tak begitu menyedot perhatian.

Penyerang sayap berusia 21 tahun kelahiran Hull itu memang lebih banyak berkutat di Divisi Championships, kasta kedua di Inggris, ketika membela The Swans. Sejumlah media Inggris pun menilai angka 15 juta paun tergolong kemahalan untuk pemain yang belum punya nama seperti James.

Namun, pemain Timnas Wales itu perlahan membungkam suara sumbang yang mengarah kepadanya dengan tampil impresif saat menjamu Chelsea dalam laga perdana Liga Premier di Old Trafford, Minggu (1/8/2019) malam WIB.

Dia hanya butuh tujuh menit sejak diturunkann di menit ke-74 untuk mencetak gol perdananya bagi Setan Merah. Menerima sodoran Paul Pogba dari situasi serangan balik, James sukses mengakhirinya dengan sepakan yang gagal diantisipasi Kepa Arrizabalaga. Kepa mati langkah karena bola sempat berbelok setelah mengenai Emerson Palmieri.

Gol James menggenapi kemenangan MU menjadi 4-0 sekaligus menorehkan kekalahan terburuk Chelsea di laga perdana Liga Premier sepanjang 104 tahun sejarah klub. Gol itu kian istimewa karena terjadi di Theatre of Dreams julukan markas United.

“Saya rasa Anda tak bisa menyimpulkan bagaimana rasanya, untuk masuk ke lapangan dan mencetak gol pada debut. Saya sudah memimpikan itu,” ujar pemain yang musim lalu mencetak lima gol bagi Swansea tersebut, dilansir BBC, Senin (12/8/2019).

Namun, pemilik nomor punggung 21 itu ternyata menyimpan kisah pilu di balik selebrasi golnya yang amat ekspresif. Setelah merayakan gol dengan berlari dan berkerumun dengan rekannya, James tampak menjentikkan jari ke udara.

Hal itu dilakukannya sebagai penghormatan untuk sang ayah yang meninggal dua bulan lalu, sebelum dirinya menyegel kontrak bersama MU.

“Setiap hari saya merindukannya. Dia selalu mengantarku [berlatih] ketika dia masih hidup,” kenang James.

Dia mengaku kadang masih terguncang dengan kematian ayahnya. Namun ketika perasaan itu menyergap, James selalu ingat ujaran sang ayah yang memintanya tetap bermain dan bekerja keras.

“Saya tahu dia melihatku sekarang,” ujar pemain dengan kecepatan lari mencapai 32,4 kilometer per jam itu.

Sumber : JIBI/Solopos