Turunkan Pemain Muda dan Dibantai MU 0-4, Lampard Dikecam Mourinho

Pelatih Chelsea Frank Lampard and bek Cesar Azpilicueta seusai pertandingan melawan Manchester United di Old Trafford, Minggu (11/8/2019). - Reuters/Jason Cairnduff
12 Agustus 2019 21:37 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Frank Lampard menurunkan deretan anak muda saat melawan Manchester United (MU) pada pertandingan pekan pertama Liga Premier Inggris di Stadion Old Trafford, Minggu (11/8/2019) malam WIB. Hasilnya buruk. Chelsea kalah 0-4 dalam debut Lampard sebagai manajer di kompetisi level tertinggi Inggris.

Tanpa ragu, Lampard meminggirkan bintang anyar Chelsea, Christian Pulisic, untuk memberi tempat pada Mason Mount. Striker 21 tahun, Tammy Abraham, juga dipercaya menggantikan Olivier Giroud sebagai ujung tombak. Di lini belakang, langganan starter, Marcos Alonso, secara mengejutkan diparkir untuk memberi tempat pada Emerson Palmieri.

Praktis hanya Cesar Azpilicueta bek yang reguler bermain musim lalu yang dipasang di laga itu. Pemain di jantung pertahanan, Kurt Zouma dan Andreas Christensen, juga merupakan duet anyar menyusul cedera Antonio Rudiger dan kepergian David Luiz ke Arsenal.

Mantan manajer Chelsea dan Manchester United, Jose Mourinho, mengkritik komposisi pilihan Lampard. Kombinasi minimnya stok pemain dan kesalahan pemilihan starter dituding Mourinho sebagai penyebab kekalahan 0-4 Chelsea dari United.

Menurut Mourinho, barisan pertahanan Chelsea terlalu lembek sehingga bisa dibombardir Marcus Rashford dkk. Zouma bahkan membuat tekel ceroboh yang membuahkan penalti sekaligus gol pembuka bagi United. Dia mempertanyakan kenapa pemain yang sigap membantu pertahanan seperti Alonso dan N'golo Kante justru dicadangkan.

“Datang ke Old Trafford, meski ini bukan Manchester United yang dahsyat yang biasanya menakutkan lawan, tetap saja itu Manchester United. Hari ini mereka [Chelsea] sebenarnya punya kemungkinan untuk bermain dengan lebih banyak pengetahuan,” ujar Mourinho seperti dilansir Sky Sports, Senin (12/8/2019).

Dia menilai pemain muda macam Mount, Abraham, dan Christensen belum memiliki kapasitas untuk menanggung laga berat di pekan perdana. “Itu pertandingan pertama di kandang, orang-orang antusias. Sedikit pengalaman akan pas untuk tim,” ujar pelatih Chelsea medio 2004-2007 dan 2013-2015 itu.

Mantan pemain Tottenham Hotspur, Jermaine Jenas, menilai Lampard tengah berupaya mencari formula baru agar Chelsea bisa mendapat gol. The Blues kini memang tidak punya penyelesai ulung layaknya Eden Hazard yang dilepas ke Real Madrid Musim lalu. Hazard merupakan top scorer tim dengan 21 gol di semua kompetisi.

“Saya melihat mereka banyak punya peluang di babak pertama. Hanya saja, apakah mereka punya pemain dengan tipikal penyelesai yang ulung, agar hasilnya tidak terbalik seperti ini,” ujarnya dilansir Express.

Frank Lampard sendiri tak tak terlalu mempedulikan kritik yang mengarah pada dirinya. Dia menegaskan seluruh pemain starter adalah penggawa tim yang paling siap tampil. Lampard memang memiliki keterbatasan opsi menyusul cedera Ruben Loftus-Cheek, Willian, Callum Hudson-Odoi dan Rudiger.

“Saya tak menyeret pemain dari ruang medis, apakah mereka berpengalaman atau tidak. Pemain yang kami mainkan hari ini, dan di bangku cadangan, merupakan pemain yang kami miliki. Namun kami melakukan kesalahan individu yang berujung empat gol dari lima tembakan. Itu realitas yang pahit,” ujarnya.

Sumber : JIBI/Solopos