Siapakah Nicolas Pepe? Penyerang yang Memecahkan Rekor Transfer Arsenal & Akan Menyulitkan Mesut Ozil?

Nicolas Pepe - arsenal.com
02 Agustus 2019 18:32 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Arsenal menggaet penyerang sayap Pantai Gading, Nicolas Pepe, dari klub Ligue 1 Prancis, Lille. Pepe menjadi pemain termahal Arsenal sepanjang sejarah. Nilai transfernya 72 juta paun atau setara Rp1,2 triliun, mengalahkan rekor pemain termahal The Gunners sebelumnya yang dipegang Pierre-Emerick Aubameyang kala dibeli dari Borussia Dortmund dengan nilai 57 juta paun dua musim lalu.

Pepe juga memecahkan rekor transfer pemain Afrika di Liga Premier Inggris yang sebelumnya dipegang Riyad Mahrez ketika diboyong Manchester City dari Leicester dengan banderol 60 juta paun.

Nama Pepe baru dikenal luas mulai dua musim lalu ketika membela Lille pada usia 22 tahun. Sebelunya, penyerang kelahiran 29 Mei 1995 itu hanya bermain di klub-klub kecil Prancis seperti Poitiers, Angers, dan Orleans.

Dia tergolong late bloomer alias pemain yang telat mekar. Pepe direkrut Lille ketika klub yang musim lalu menjadi runner up Ligue 1 itu dilatih pelatih legendaris Marcelo Bielsa. Saat itu, Lille menebus Pepe dengan biaya 11 juta euro atau setera Rp173 miliar. Sebelum pindah ke Lille, Pepe juga diminati dua klub Liga Inggris: Hull dan Watford. Tetapi keduanya hanya sanggup menebus Pepe dengan biaya 7 juta euro.

Di musim pertamanya bersama Lille, Pepe langsung melesat. Meski klubnya nyaris terdegradasi, Pepe mencetak 13 gol dan enam asis. Performanya itu menarik minat Lyon yang menewarkan 30 juta euro kepada Lille untuk melepas Pepe. Lille menolaknya.

Pepe kemudian meledak musim lalu. Dia menjadi salah satu alasan Lille mampu bersaing di papan atas Ligue 1 dengan mengemas 22 gol dan 11 asis. Whoscored menempatkannya sebagai pemain terbaik ketiga di Ligue 1 dan menjadi salah satu kandidat Pemain Terbaik Ligue 1 (penghargaan tersebut kemudian disabet striker PSG Kylian Mbappe yang mencetak 33 gol sepanjang musim).

“Dia telah memberikan musim yang fantastis kepada kami dan tak butuh waktu lama untuknya bergabung dengan klub langganan Liga Champions,” kata Pelatih Lille Christophe Galtier dikutip Four Four Two.

Pepe akan menambah daya gedor Arsenal dalam skema 4-3-3. The Gunners sudah punya Aubameyang yang bisa dimainkan sebagai penyerang sayap kiri dan Alexandre Lacazette yang menjadi ujung tombak. Posisi natural Pepe adalah penyerang sayap kanan yang dibekali kelihaian mirip Arjen Robben di masa jayanya: menggiring bola dari sayap menuju kotak penalti dan mengakhirinya dengan tendangan keras kaki kiri. Pepe bisa berlari dan bergerak cepat, dengan kemampuan mengontrol bola yang prima, dan kreatif menciptakan peluang.

Pepe juga pemain yang bisa menghadapi tekanan ketika melawan tim besar. Di Ligue 1 Prancis, dia bisa mencetak gol ke gawang tim-tim kuat seperti PSG, Lyon, dan Marseille. Pepe juga punya kelemahan. Sembilan dari 22 gol Pepe musim lalu lahir dari titik penalti sehingag di permainan terbuka sebenarnya dia tak terlalu tajam.

Toh, yang diperlukan Arsenal adalah sokongan untuk Lacazette dan Aubameyang. Pepe yang datang menyusul gelandang Dani Ceballos yang dipinjam dari Real Madrid membuat Mesut Ozil kian tak punya tempat di tim ini racikan Unai Emery.

Musim lalu, Ozil sudah kesulitan menjadi pemain utama. Kali ini, dengan kehadiran Pepe, peluang Ozil menjadi penghuni sebelas awal secara rutin akan sangat sulit. Ozil tak punya tempat di skema 4-3-3. Dia tak cocok bermain sebagai gelandang. Jika dipaksakan, Ozil akan kesulitan bersaing dengan Dani Ceballos dan Granit Xhaka yang punya kemampuan lebih komplet karena mau membantu pertahanan. Di barisan penyerang, buat apa Arsenal memainkan Ozil jika sudah punya Aubameyang, Lacazette, dan Pepe?