Latih PSIM, Seto Ingin Pemain Pekerja Keras yang Tak Hanya Pikirkan Materi

Seto Nurdiyantoro (tengah) bersama CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto (kiri) dan Pembina PSIM Haryadi Suyuti, Rabu (29/1/2020). - Harian Jogja/Jumali
30 Januari 2020 14:27 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJAPelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro sudah punya kriteria khusus untuk pemain Laskar Mataram yang akan berkompetisi di Liga 2 2020. Seto menginginkan PSIM diisi pemain cerdas dan mau bekerja keras.

“Saya pengin tim ini punya karakter. Pemain harus cerdas dan mau bekerja keras. Di samping itu, hati pemain ini harus menyatu dengan tim. Jangan hanya bermain karena materi. Tentunya harapannya karakter ini bisa terbentuk nantinya,” kata Seto, Rabu (29/1/2020).

Setelah ditunjuk sebagai pelatih PSIM Jogja, Seto diberikan kebebasan dalam merekrut pemain. Namun, Seto tak akan banyak mendatangkan pemain berlabel bintang.

“Mungkin tidak akan segempar dan semewah tahun lalu. Target kami mencari pemain yang mau bekerja,” ujar Seto.

Eks Pelatih PSS Sleman itu mengatakan butuh setidaknya tiga pemain senior untuk mendampingi sejumlah pemain muda.

“Biar senior ngajari yang muda, bagaimana dengan mentalnya. Posisi mana saja saya belum bisa tentukan, yang penting kondisivitas dalam tim,” ucap Seto.

PSIM Jogja memulangkan mantan pelatih mereka, Seto Nurdiyantoro. Seto yang pernah menangani PSIM Jogja pada 2015 lalu dikontrak satu musim oleh manajemen Laskar Mataram.

Seto diperkenalkan di Wisma PSIM Jogja, Rabu (29/1) siang. Di hadapan perwakilan dua wadah suporter PSIM Jogja, The Maident dan Brajamusti, CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto berharap Seto mampu membawa Laskar Mataram mencapai prestasi yang lebih baik dan menjadi pemersatu suporter di DIY.

“Mas Seto ini adalah aset DIY. PSIM Jogja wajib menyelamatkan aset dari daerah. Kami berharap sekali rivalitas yang terjadi beberapa tahun terakhir antarsuporter mampu diatasi dengan kedatangan Mas Seto. Rivalitas bisa menjadi soliditas,” kata Bambang.

Seto Nurdiyantoro mengaku sempat bingung karena dua petinggi Laskar Mataram, yakni CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto dan Pembina PSIM Haryadi Suyuti memintanya menangani tim.

“Kulo nuwun, sekarang saya nginep di tempat simbah. Mungkin beliau-beliau ini kasihan sama saya, cah cilik disiyo-siyo [anak kecil disia-siakan],” kata Seto.

“Memang saat ini saya tidak punya pekerjaan, jadi beliau lihat ke situ. Mungkin beliau-beliau ini ingin memberikan pelajaran kepada saya. Secara profesional, di mana saya kerja, di situ harus maksimal,” ujar Seto.

Di sisi lain, Seto mengungkapkan beberapa alasan memilih kembali menangani PSIM Jogja. Salah satunya adalah faktor keluarga dan visi manajemen PSIM yang dia nilai sama dengan dirinya.

Seto dihadapkan dengan waktu yang mepet dalam pembentukan tim. Seto hanya punya waktu enam pekan sebelum Liga 2 2020 dimulai.

“Kepada teman-teman suporter saya tidak bisa menjamin PSIM promosi ke Liga 1, yang bisa menjamin adalah kerja keras. Jangan berkeinginan muluk-muluk. Jika kita kerja keras didukung doa pasti harapan bisa tercapai,” katanya.

Seto segera berkomunikasi dengan manajemen untuk menentukan siapa asisten pelatih yang akan bekerja sama dengannya. Sejauh ini ada beberapa nama yang mungkin menemani Seto di jajaran kepelatihan, salah satunya adalah Erwan Hendarwanto. Eks pelatih PSIM Jogja ini sempat bekerja sama dengan Seto di 2015. 

Meski demikian, Seto enggan menyebutkan siapa yang akan mendampinginya dalam jajaran kepelatihan.

“Asisten masih digodok. Saya bicara ke manajemen, siapa saja enggak masalah. Saya maunya yang muda. Saya akan lihat dari sisi teknis. Yang penting bisa diajak kerja sama, kalau yang sudah pernah kerja sama dengan saya akan lebih enak,” ujar Seto.

Seto berencana mulai memimpin latihan pada Senin (3/2/2020). Selain didampingi oleh asisten pelatih, latihan perdana akan dihadiri oleh sejumlah pemain musim lalu yang dipertahankan dan sejumlah pemain incaran.

“Dari segi fisik mungkin cukup drop, tapi nanti kami lihat dulu Senin ini [latihan perdana],” ucap Seto.