Tanpa Pendribel Ulung Sepeninggal Brian Ferreira, Bagaimana Lini Tengah PSS di Sisa Musim Liga 1?

Gelandang PSS Sleman Brian Ferreira menerima bunga dari perwakilan manajemen klub seusai laga PSS melawan Bali United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (6/11/2019) petang. - Harian Jogja/Jumali
07 November 2019 15:57 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - PSS Sleman kehilangan gelandang serang andalan Brian Ferreira di sisa pertandingan Liga 1 2019, karena cedera. Brian sudah mudik ke Argentina untuk menjalani pemulihan.

Absennya Brian adalah kehilangan besar untuk Super Elang Jawa karena pemain berpaspor Irak dan Argentina tersebut menjadi pemasok asis terbanyak, lima kali, dan pemain terproduktif kedua setelah striker Yevhen Bokhashvili dengan sembilan gol.

Di tiga pertandingan terakhir, yakni melawan PSIS Semarang dan Bali United, Seto melakukan eksperimen dengan memasang dua pemain yang direkrut dari klub Liga 3 pada paruh musim, Ocvian Chanigio dan Arif Satya Yudha Alkanza. Ocvian dipasang sejak menit pertama saat PSS mengalahkan Persebaya 3-2 dan takluk dari PSIS 1-3. Sementara, Arif Satya dimainkan sebagai starter kala PSS bermain seri 0-0 dengan Bali United.

Selain kedua pemain muda ini, Seto masih Ricky Kambuaya yang bisa diplot menggantikan Brian.

“Sebenarnya bersama atau tanpa Brian, kami pernah menang, walaupun menggunakan pemain bertipe beda. Sebenarnya, saya ingin pemain di posisi tersebut lebih liar [seperti Brian]. Sementara sekarang gelandang yang kami punya hampir semuanya stylish. Kalaupun mau kita ubah, butuh waktu sebenarnya. Jadi kami coba maksimalkan yang ada,” kata Seto, Kamis (7/11/2019).

Karakter paling mencolok dari Brian selain asis dan operan kunci adalah giringan. Gelandang 25 tahun tersebut menjadi pemain PSS paling sering menggiring dengan catatan rata-rata 2,4 dribel per laga. Sementara, baik Ocvian maupun Arif Satya tak punya rataan giringan sebanyak itu. Pemain-pemain yang punya kemampuan menggiring bola mendekati Brian adalah para penyerang sayap dan mereka tak bisa dimainkan sebagai pengatur serangan.

Seto bisa memakai formula seperti saat membekuk Persebaya 3-2 pada pekan ke-25. Tanpa Brian, Seto memasang Guilherme Batata, Ocvian, dan Dave Mustaine di lini tengah. Corak permainan Super Elang Jawa adalah menyerahkan kendali permainan kepada lawan dan menyusun pertahanan solid sembari menunggu waktu yang tepat untuk meluncurkan serangan balik. Gaya tersebut terbukti ampuh. Cara bermain seperti ini juga dipraktikkan PSS saat menumbangkan tuan rumah Madura United pada putaran pertama. Saat itu, Brian tak terlalu berperan banyak dan PSS lebih mengandalkan serangan balik dari sayap untuk membungkam lawan.

Ketergantungan terhadap Brian bahkan pernah mendatangkan malapetaka untuk PSS. Kala menjamu PSIS Semarang di putaran pertama, PSS terlena setelah Brian mencetak gol cepat sehingga takluk 1-3 di Maguwoharjo.

PSS masih memiliki sisa tujuh pertandingan, meliputi tiga partai tandang dan empat  pertandingan kandang. Laga kandang terdekat adalah menjamu Borneo FC 20 November, kemudian Badak Lampung FC 3 Desember, Persib 7 Desember dan PS Tira-Persikabo 22 Desember. Adapun lawatan yang akan dilakoni PSS adalah menghadapi Barito Putera 28 November, Persela Lamongan 11 Desember, dan PSM Makassar 15 Desember.