PSS Si Jago Tandang, Kalahkan Persebaya 3-2 di Surabaya

Yevhen Bokhashvili - Antara
29 Oktober 2019 17:22 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SURABAYA—PSS Sleman menegaskan status sebagai jago tandang dan tim yang mampu tampil oke meski ditinggal pemain-pemain penting. Super Elang Jawa berhasil mengalahkan tuan rumah Persebaya 3-2 pada pertandingan pekan ke-25 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019).

Tiga gol PSS dilesakkan Jeffri Kurniwan, Haris Tuharea, dan Yevhen Bokhashvili. Haris dan Yevhen juga mencetak gol saat PSS menang atas Persebaya 2-1 pada putara pertama di Stadion Maguwoharjo, Juli lalu. Adapun dua gol Persebaya diciptakan David Da Silva dan Diogo Campos.

PSS kini bertengger di peringkat kelima klasemen sementara dengan nilai 39 dari 25 laga, Sementara, dengan jumlah pertandingan yang sama, Persebaya tertahan di anak tangga kesembilan dengan nilai 31.

Super Elang Jawa memperpanjang rekor kemenangan di kandang lawan. Sebelumnya, dari 12 lawatan ke markas musuh, Super Elang Jawa bisa mengemas 17 angka. PSS kalah lima kali (0-1 dari Persija dan Persib, 1-3 dari Bali United dan PS Tira-Persikabo, serta 0-4 dari Arema FC), seri dua kali (1-1 lawan Persipura dan 2-2 lawan Bornoe FC), serta menang lima kali (2-0 atas Kalteng Putra, Perseru Badak Lampung dan Bhayangkara FC, serta 1-0 atas Madura United dan Semen Padang). Kemenangan 2-0 atas tuan rumah Kalteng Putra di putaran pertama sebenarnya didapat di Maguwoharjo. Kala itu, Kalteng yang masih bermarkas di Stadion Sultan Agung lebih memilih menggelar laga kandang di Maguwoharjo dengan pertimbangan banyaknya jumlah penonton.

Saat menghadapi Persebaya di pekan ke-25, PSS tak melemah meski bermain tanpa dua pilar, bek tengah Alfonso de La Cruz dan gelandang serang Brian Ferreira.

PSS membuka keunggulan di menit ke-16.  Jefri Kurniawan, penyerang sayap yang didatangkan dari Perseru Badak Lampung FC di paruh musim, menjebol gawang kiper terbaik Liga 1, Miswar, setelah memanfaatkan lubang di sisi kiri pertahanan Green Force. Miswar adalah kiper dengan jumlah penyelematan terbanyak hingga pekan ke-24, yakni 69 kali, tetapi tak berdaya di hadapan Jefri.

Gol tersebut lahir dari skema serangan balik yang cepat. Setelah mematahkan serangan Persebaya, gelandang 20 tahun Ocvian Chanigio menggiring bola dengan cepat dan langsung mengirim umpan kepada Jefri yang berdiri bebas setelah bek kiri Persebaya Ruben Sanadi tidak disiplin menjaga posnya. Jefri kemudian berlari melewati fullback Timnas Indonesia tersebut dan dengan sepakan kaki kanan nan kencang bisa membawa PSS unggul.

Secara keseluruhan, permainan Super Elang Jawa bertumpu pada disiplin di barisan belakang dan tengah serta serangan balik kilat.

Duet bek tengah Ikhwan Ciptady dan Asyraq Gufron sangat padu sehingga absennya Alfonso tak terasa sama sekali. Ikhwan memang gagal menghentikan pergerakan David Da Silva sehingga PSS kebobolan di menit ke-33, tetapi sepanjang 45 menit babak pertama dia tampil apik di jantung pertahanan dengan membuat dua sapuan dan satu blok.

David Da Silva, penyerang 29 tahun asal Brasil, mencetak gol melalui cara yang hampir mirip dengan yang dipakai Jefri Kurniawan. Setelah menerima umpan Diogo Campos, David Da Silva berlari kencang tanpa bisa ditahan Ikhwan dan dengan kaki kanan menyepak bola mengelabui kiper Ega Rizky.

Di tengah, Guilherme Batata menjadi pemain yang sangat krusial dan membuat Super Elang Jawa bisa melupakan Brian Ferreira. Dia adalah pelindung barisan pertahanan yang bisa diandalkan, pembagi bola ulung, dan pengumpan jitu.

Sepanjang babak pertama, Batata membuat dua tekel, melepas 11 umpan sukses, dan mengemas satu asis lewat tendangan bebas di menit ke-40 yang diselesaikan dengan ayunan kepala oleh Haris Tuharea.

Persebaya kembali kelimpungan oleh serangan balik cepat PSS di menit ke-42. Setelah menerima umpan dari Dave Mustaine, Yevhen kemudian menggiringi bola mengecoh dua pemain Persebaya: Aryn Williams dan Mokhammad Syaifuddin sebelum menempatkan bola dengan akurat ke pojok kiri gawang Miswar.

Persebaya memperkecil kedudukan lewat penalti yang sebenarnya agak meragukan di menit ke-75. PSS dihukum tendangan dari titip putih setelah Asyraq Gufron menabrak Rendi Irawan. Dalam tayangan ulang, Gufron terlihat tanpa sengaja melanggar Rendi hingga terjatuh. Toh, wasit Thoriq Alkatiri tetap menghukum PSS dan Diogo Campos bisa menjadi algojo dengan baik.