Disiplin & Soliditas PSS Sleman Tumbangkan Madura United di Kandangnya Sendiri

Asyrqa Gufron, tampil sangat kokoh di jantung pertahanan PSS Sleman. - Instagram PSS Sleman
31 Juli 2019 21:12 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, PAMEKASAN—PSS Sleman bermain disiplin, teriorganisasi dengan baik, serta solid sehingga bisa memetik poin penuh dalam laga Liga 1 2019 melawan tuan rumah Madura United di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Rabu (31/7/2019). Satu gol dari penyerang sayap 21 tahun, Irkham Milla, cukup untuk membungkam Madura United dan membawa PSS menang 1-0.

Pelatih Seto Nurdiyantoro memasang formula baru di lini belakang dan tengah menyusul absennya bek Purwaka Yudi karena cedera dan penyerang sayap Haris Tuharea lantaran hukuman akumulasi kartu. Seto menandemkan dua bek tengah yang musim lalu memperkuat Persis dan baru direkrut PSS di 8 Besar Liga 2 2018: Ikhwan Ciptady dan Asyraq Gufron, meski Alfonso de La Cruz sudah pulih dari cedera. Sebelum laga, Seto sudah mengisyaratkan bakal memasang Ikhwan dan Asyraq lantaran belum yakin dengan kebugaran Alfonso. Padahal, Ikhwan dan Asyraq musim ini baru berduet di seperempat jam terakhir ketika PSS bermain imbang melawan Barito Putera pekan lalu. Asyraq dalam tiga laga terakhir juga tampil buruk.

Namun, keduanya langsung nyetel dan tampil penuh percaya diri. Ikhwan dan Asyraq bermain nyaris sempurna, bahu-membahu mematikan duet striker sahibulbait: Beto Goncalves dan Aleksandar Rakic. Di babak pertama, kombinasi keduanya mencatat tiga blok, empat kemenangan dalam duel, dan dua sapuan. Di babak kedua, Ikhwan dan Asyraq semakin solid, membuat empat sapuan dan memenangi dua duel. Ketangguhan keduanya dibantu penampilan oke dari dua fullback: Bagus Nirwanto dan Derry Rachman yang sukses mencatat empat tekel dan tiga sapuan.

Performa ciamik ini melenyapkan kelemahan utama di lini belakang yang membuat PSS Sleman hanya meraih satu poin dalam tiga laga terakhir, yakni ketidakmampuan mengantisipasi umpan silang. Madura United, terutama di babak kedua, mencoba skema yang berhasil diterapkan PSIS Semarang dan Bali United. Namun, umpan lambung Laskar Sape Kerabb mentah di kotak penalti Super Elang Jawa. Madura United mencoba sembilan kali umpan silang sepanjang laga dan tak ada yang sukses membuahkan gol ke gawang PSS. Dua umpan silang takberbuah lantaran bola sundulan Beto dan Rakic meleset dari sasaran, tiga lainnya diintersep bek PSS, dan empat umpan silang dipotong kiper Ega Rizky. Ega Rizky melengkapi kegemilangan barisan belakang PSS dengan mencatat enam penyelamatan.

Lini belakang PSS juga bisa tampil kokoh karena gelandang bertahan Guilherme Batata bermain apik. Dia sangat tenang dan memenangi lima kali duel, mencatat empat intersep, dan membuat satu tekel. Lini tengah Madura United yang digalang Zulfiandi, Andik Vermansah, serta Asep Berlian dan pemain yang menggantikannya, Slamet Nurcahyo, tak bisa berbuat banyak.

Saat serangan Madura United selalu dinetralkan, PSS menyengat lewat serangan balik. Di menit ke-63, striker Yevhen Bokhashvili mengirim umpan terobosan panjang kepada Irkham Milla yang lepas dari pengawasan Jaime Xavier. Milla dengan dingin mengecoh kiper Muhammad Ridho dan menyentak Madura United di kandang mereka.

Serangan PSS yang mematikan (di sepanjang laga Super Elang Jawa bisa sembilan kali melepas percobaan tembakan ke gawang Madura United) muncul berkat kecerdikan Seto meramu gelandang serang. Seto menyiasati absennya penyerang sayap kiri Haris Tuharea dengan menggeser Milla yang biasanya beroperasi di kanan ke sisi sayap sebaliknya. Di babak pertama, Seto menempatkan Arsyad Yusgiantoro sebagai penyerang sayap kanan. Di babak kedua, Arsyad diganti Sidik Saimima sehingga PSS bermain dengan skema 4-4-1-1.

Kemenangan pertama (PSS sebenarnya sudah menundukkan tuan rumah Kalteng Putra 2-0, 7 Juli lalu, tetapi secara teknis pertandingan tersebut adalah partai kandang karena dimainkan di Stadion Maguwoharjo) di laga tandang ini sangat berarti bagi anak asuh Seto. PSS kini menapak ke peringkat kelima klasemen sementara dengan nilai 16 dari 11 pertandingan. Poin Super Elang Jawa berasal dari empat kemenangan dan empat hasil imbang. Sebaliknya, kekalahan ini sangat menyesakkan anak asuh Dejan Antonic. Setelah mencukur Perseru Badak Lampung FC pekan lalu, Madura United dalam semangat tinggi dan bisa menjadi merebut puncak klasemen dari PS Tira-Persikabo seandainya bisa mengalahkan PSS. Namun, ketangguhan lini belakang dan serangan efisien Super Elang Jawa membuat Andik Vermansah dkk tertahan di peringkat ketiga, tetap dengan nilai 20, terpaut dua angka dari Bali United yang duduk di peringkat kedua, dan tiga angka dari PS Tira-Persikabo.

Susunan Pemain

  • Madura United: Muhammad Ridho; Jaime Xavier, Fachruddin Aryanto, Andik Rendika Rama, Marckho Sandi (Engelberd Sani 83'), Zulfiandi, Asep Berlian (Slamet Nurcahyono 40'), Alberto Goncalves, Greg Nwokolo (David Laly 45+3'), Andik Vermansah, Aleksandar Rakic.
  • PSS Sleman: Ega Rizky; Bagus Nirwanto, Ikhwan Ciptady, Asyraq Gufron, Derry Rachman, Guilherme Batata, Dave Mustaine, Brian Ferreira, Irkham  Zahrul Milla, Arsyad Yusgiantoro (Sidik Saimima 62'), Yevhen Bokhashvili.