Ricuh Derbi Mataram: Pertimbangkan PSS, Kapolda Tetap Izinkan Laga Sepak Bola di DIY

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
23 Oktober 2019 15:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kapolda DIY Irjen Pol. Ahmad Dofiri menegaskan kepolisian tetap akan memberikan rekomendasi izin keamanan terhadap pertandingan sepak bola di DIY menyusul kericuhan pada pertandingan PSIM melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Jogja, Senin (21/10/2019) petang.

Namun, Kapolda meminta pembenahan dan evaluasi etika suporter klub sepak bola.

Menurutnya, polisi memberikan izin keamanan laga PSIM melawan Persis Solo dengan mempertimbangkan beberapa kondisi. Polda DIY sudah merekomendasikan suporter Persis tak datang ke Mandala Krida.

“PSIM dan Persis kan musuh bebuyutan. Suporter [Persis] kami cegah [datang ke Mandala Krida]. Langkah dari awal sudah dipikirkan. Kepada panpel, kami rekomendasikan agar lebih bagus tidak memberikan slot [kepada suporter Persis] karena bisa runyam,” ucap Dofiri, Rabu (23/10/2019).

Meski demikian, kericuhan tidak bisa dihindari. Kapolda mengharapkan ada evaluasi dari semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan sepak bola di DIY. Polda DIY tetap berupaya memberikan rekomendasi izin pertandingan  sepak bola di semua level di provinsi ini

“Kalau ini [pertandingan PSIM di Liga 2] kan yang terakhir. Sementara PSS Sleman di Liga 1 masih [berkompetisi sampai Desember], bagaimana pun juga kompetisi ini untuk meningkatkan prestasi. Kami mempertimbangkan itu. Tetapi dalam pertandingan, itu jadi tugas bersama, mulai dari klub, panitia pelaksana pertandingan, dan suporter,” ujar Dofiri.

Dofiri kembali mengingatkan semua pihak agar berbenah.

“Perusakan tidak boleh. Ini jadi pembelajaran. Harus ada pertanggungjawaban hukum. Saya ingatkan, etika suporter harus dibenahi. Jadi kalau misalnya timnya kalah, harus suportif jangan di luar batas kewajaran. Ini yang terjadi [di pertandingan PSIM melawan Persis] di luar batas kewajaran. Ini yang jadi perhatian kami. Jadi wajar Pak Gubernur [Sri Sultan HB X, Gubernur DIY]. pun mengatakan seperti itu,” kata Dofiri.

Sebelumnya, Sri Sultan HB X mengatakan pemberian izin pertandingan sepak bola perlu ditinjau ulang setelah kericuhan di Derbi Mataram yang menyebabkan satu mobil polisi dibakar dan sejumlah kendaraan polisi dirusak.

“Kalau yang dipertontonkan kekerasan seperti ini lebih baik tidak usah ada izin saja,” kata Sultan.