Ricuh Derbi Mataram: Ini Peran 3 Orang yang Ditangkap karena Merusak Kendaraan Polisi

Tiga orang yang ditangkap karena merusak kendaraan polisi dalam kericuhan Derbi Mataram di Stadion Mandala Krida, Jogja, Selasa (22/10/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 Oktober 2019 16:42 WIB Lugas Subarkah Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tiga orang ditangkap karena merusak kendaraan polisi dalam kericuhan Derbi Mataram di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019).

Kadiv Humas Polda DIY Kombes Pol. Yulianto mengatakan aparat telah meringkus tiga orang, yakni HKC, NCS dan RE. Mereka ditangkap Selasa (22/10/2019) seusai subuh.

HKC merusak dua sepeda motor dinas polisi dengan cara menginjak-injak.

“Setelah pertandingan selesai, HKC keluar stadion dan mengetahui di sisi barat ada keributan. Lalu dia ikut dengan merusak dua motor dinas polisi, merobohkannya dan membawanya ke tengah parkiran. Dia langsung menginjak-injak motor,” kata Yulianto di Mapolresta Jogja, Selasa.

Setelah diperiksa, HKC yang masih duduk di bangku SMP dan berusia 15 tahun ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) dan dijadikan tersangka sesuai Pasal 170 ayat 1 KUHP, yakni di muka umun secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

NCS yang berumur 18 tahun ditangkap di rumahnya. Dalam kerusuhan, ia menyiramkan bensin ke spanduk, membakar dan melemparkan spandukke mobil polisi. “Kami amankan barang bukti berupa bambu empat meter dan bekas spanduk yang terbakar,” katanya.

Sementara RE memboncengkan NCS dan masih didalami perannya dalam kerusuhan.

Polresta Jogja telah meringkus 51 orang. Yulianto mengatakan sebelum pertandingan dimulai, polisi telah menangkap 18 remaja. Di dekat mereka, polisi menemukan tujuh molotov yang diduga akan dilempar saat kerusuhan.

“Malam setelah kerusuhan, kami menemukan lagi 12 molotov di luar pagar stadion. Kami juga mengamankan 30 orang yang membuat kerusuhan,” ujarnya.

Polisi masih memeriksa mereka untuk mengetahui peran masing-masing dalam kericuhan yang mengakibatkan sejumlah mobil dan motor dirusak tersebut. Polisi juga menyita ponsel para pelaku untuk menelusuri kemungkinan adanya komunikasi untuk merencanakan kesuruhan. “Juga kami perdalam apakah mereka terafiliasi dengan kelompok tertentu,” kata dia.

Derbi Mataram disudahi kericuhan di ujung laga. Pada menit ke-95, ketika pertandingan belum berakhir dan Persis unggul 3-2 atas PSIM, pemain kedua kesebelasan cekcok. Bek PSIM Achmad Hisyam Tolle kemudian menendang pemain Persis dan penonton menghambur ke lapangan. Situasi kemudian memanas, polisi menembakkan gas air mata. Di luar stadion, massa mengamuk setelah polisi mengevakuasi skuat Persis Solo ke hotel. Mobil polisi dirusak dan dibakar.

Sejumlah benda rusak akibat kerusuhan seperti pintu VIP stadion, satu mobil polisi yang dibakar, saru mobil polisi digulingkan, satu mobil SAR PJR dan Shabara rusak, dan beberapa mobil lainnya dipecah kacanya.