Ini Deretan Kekerasan di Laga PSIM Versus Persis

Kericuhan di Derbi Mataram di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019). - Harian Jogja/Jumali
22 Oktober 2019 19:27 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com,JOGJA—Pertandingan PSIM Jogja melawan Persis Solo pada pekan terakhir fase grup Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Jogja, Senin (21/10/2019) sore WIB, dihentikan pada menit ke-95 karena kericuhan.

Saat itu, Persis sedang unggul 3-2. Tiga gol Persis dilesakkan oleh Hapidin, Slamet Budiono, dan Nanang Asripin. Dua gol PSIM diborong Cristian Gonzales. Pada akhirnya, Persis dinyatakan menang.

Kerusuhan terjadi setelah pemain cekcok di lapangan. Dua pemain PSIM mendapat kartu merah. Kemudian, dua pemain PSIM diganjar kartu merah. Ini daftar kekerasan dalam pertandingan kemarin.

  • Pelemparan botol ke bench pemain Persis sejak babak pertama, tepatnya setelah Hapidin menjebol gawang PSIM.
  • Penyerang sayap Persis, Slamet Budiyono dicekik pemain PSIM, Achmad Hisyam Tolle, setelah mencoba melerai pertikaian antara Ilhamul Irhaz dan Tolle di babak pertama. Budi juga dipukul Ade Suhendra dari belakang.
  • Gelandang Persis, M. Shulton Fajar, mendapat tendangan “kungfu” dari Achmad Hisyam Tolle lantaran dianggap mengulur waktu. Shulton juga dipukul Raymond Tauntu dari belakang. Tolle dan Raymon mendapat kartu merah. Insiden ini memantik kericuhan yang melibatkan suporter.
  • Gelandang Persis, Dwi Cahyono, diinjak-injak orang yang diduga panpel PSIM saat kerusuhan berlangsung.
  • Asisten Pelatih Persis, Choirul Huda, mendapat bogem mentah yang membuat pelipis kirinya bocor. Pelaku diduga panpel PSIM.
  • Seorang pendukung Persis Solo dikeroyok di tribune Stadion Mandala Krida. Kondisi wajah penuh lebam dan mengalami luka di bagian mata.
  • Jurnalis Goal Indonesia asal Solo, Lukas Budi Cahyono, mendapat intimidasi saat mengabadikan foto tendangan “kungfu” Tolle. Karena merasa diancam, Budi akhirnya menghapus foto-foto tersebut. Sejumlah pentolan suporter PSIM juga sempat “memburu” wartawan asal Solo.
  • Junalis Radar Jogja dipukul dari belakang saat memotret kericuhan.
  • Satu mobil milik Polresta Jogja dibakar. Satu mobil lain digulingkan dan sejumlah kendaraan milik polisi dirusak.

Sumber : JIBI/Solopos