Keputusan Seto & Kecemerlangan Brian Bawa PSS Menang Dramatis atas PSM Makassar

PSS versus PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (23/8/2019) malam. - Harian Jogja/Jumali
23 Agustus 2019 20:42 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman secara dramatis membalikkan keadaan di babak kedua kala menjamu PSM Makassar pada laga pekan ke-16 Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (23/8/2019) malam. Super Elang Jawa yang tertinggal 0-2 di babak pertama berbalik menang 3-2.

Keputusan Seto Nurdiyantoro dalam pergantian pemain sangat krusial. PSS Sleman kewalahan menjaga Wiljan Pluim di babak pertama. Gelandang Belanda berumur 30 tahun itu mengirim asis untuk gol Eero Markkanen di menit keempat dan gol Zulham Zamrun di menit ke-44.

Kombinasi kecepatan, fisik prima, serta kejelian melihat ruang kosong yang dipadukan dengan kecerobohan bek kiri PSS Jajang Sukmara membuat Juku Eja memimpin 2-0 hingga turun minum. Jajang tak bisa sepenuhnya disalahkan atas performa letoy PSS di babak pertama.

Lini tengah sahibulbait sangat tidak bertenaga. Dave Mustaine yang tidak benar-benar bugar menjadi titik lemah yang membuat Guilherme Batata dan Brian Ferreira tampil buruk.

Dalam 45 menit, Dave dua kali dilanggar, gagal memenangi duel dalam tiga kesempatan, hanya enam kali mengoper, dan sekali membuat operan kunci di menit ketiga.

Dave kemudian diganti Sidik Saimima di awal babak kedua dan barisan gelandang PSS lebih bertenaga. Batata, Brian, dan Sidik bisa mengimbangi Mark Klok, Zulham Zamrun, dan M. Arfan.

PSS juga dibantu kegemilangan Brian Ferreira. Gelandang Argentina ini benar-benar menunjukkan wajah yang berbeda setelah pergantian babak. Di babak pertama dia tak sekali pun melepas umpan kunci dan hanya dua kali melepaskan percobaan tembakan yang semuanya tak akurat. Tetapi, di babak kedua, Brian menggila. Pada menit ke-51, dia menggocek bola sebelum melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang menjebol gawang Rivki Mokodompit.

PSS terus berusaha menyerang dan PSM kini yang kewalahan. Zulham Zamrun, pencetak gol kedua PSM, terkunci dan diganti Rasyid Bakri di menit ke-73.

Pelatih PSM Darije Kalezic seperti ingin menjaga keunggulan dengan menempatkan tiga gelandang bertahan: M. Arfan, Klok, dan Bakri. Skema itu ternyata malah berakibat buruk karena PSS semakin leluasa menyerang.

Di menit ke-81, PSS bisa memanfaatkan situasi ini, lagi-lagi berkat kepiawaian Brian. Kreator utama serangan Super Elang Jawa ini berlari membawa bola di kotak penalti dan diganjal Mark Klok. PSM dihukum tendangan penalti dan Brian yang maju sebagai eksekutor bisa menyamakan kedudukan.

Kemudian, Seto membuat keputusan yang sangat penting. Dua menit setelah gol kedua Brian, Seto menarik Haris Tuharea yang sudah kelelahan dan memasukkan Kushedya Hari Yudo yang punya agresivitas lebih baik. Hasilnya sangat manjur. Dua menit di lapangan, Kushedya memperlihatkan kelincahan yang membuat Maguwoharjo bergemuruh. Setelah menerima umpan Batata, dia melewati Beny Wahyudi, kemudian mengecoh dua bek tengah PSM sekaligus: Abdul Rahman dan Aaron Evans dan mengakhiri aksinya dengan melepas tendangan keras kaki kiri. Bola menghunjam ke gawang Rivki Mokodompit dan PSS unggul 3-2.

Kecemerlangan Wiljan Pluim di babak pertama terkubur kemilau Brian Ferreira dan keputusan tepat Seto Nurdiyantoro.

Kemenangan ini sangat berarti karena PSS sudah kehilangan banyak poin di dua laga terakhir karena ditahan imbang Persela Lamongan dan ditaklukkan PS Tira-Persikabo. PSS kini merangsek ke peringkat keempat klasemen sementara dengan 24 angka, melewati Madura United. Sementara, PSM masih tertahan di peringkat kesepuluh dengan nilai 19.