Kena Badai Cedera, Kekuatan PSS Rontok Sebelum ke Padang

Kushedya Hari Yudo (tengah), tak bisa bermain melawan Semen Padang karena akumulasi kartu kuning. - Harian Jogja/Jumali
11 September 2019 18:22 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PSS Sleman dihantam badai cedera sehingga kekuatan Super Elang Jawa rontok sebelum terbang ke Padang untuk melakoni laga pekan ke-18 Liga 1 2019 melawan sahibulbait Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Jumat (13/9/2019) lusa.

Lima pemain masuk dalam daftar cedera, yakni dua gelandang Brian Ferreira dan Dave Mustaine serta tiga bek Purwaka Yudi, Bagus Nirwanto, dan Arie Sandi. Situasi tambah runyam karena Kushedya Hari Yudo tak bisa main karena terkena akumulasi kartu kuning. Selain Yudo, Brian sebenarnya juga harus menjalani suspensi lantaran kartu kuning. Yudo dan Brian sama-sama mendapat kartu kuning yang membuat mereka harus menepi saat PSS kalah 0-1 dari Persib pada laga pekan ke-17  di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (30/8/2019) lalu.

Kehilangan lima pemain tersebut sangat merugikan. Brian adalah motor utama serangan yang sudah membukukan delapan gol dan empat asis. Adapun  Yudo menjadi spesialis pemain pengganti yang bisa mengubah pertandingan. Sejauh ini dua sudah mencetak dua gol, salah satunya gol kemenangan PSS ke gawang PSM Makassar di pekan ke-15.

Dave adalah alternatif di lini tengah selain Brian. Dengan absennya Dave dan Brian, PSS tinggal memiliki Ricky Kambuaya dan Sidik Saimima yang sudah biasa bermain dalam atmosfer Liga 1. Sementara, absennya Bagus Nirwanto bisa dipakai untuk menjajal kemampuan bek kiri baru Samuel Christianson sebagai inverted fullback di sisi kanan.

“Kani berharap ada keajaiban. Kami pasrah saja sama Tuhan,” kata Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro di situs Liga Indonesia.

Seto tak ingi menganggap remeh Kabau Sirah  yang saat ini masih masih terdampar di dasar klasemen sementara dengan koleksi 11 poin. Pada laga terakhir Semen Padang kalah 2-3 dari Barito Putera. “Terapi Semen Padang berhasil mengalahkan Persela Lamongan 2-0 di kandang. Sementara kami hanya main imbang 1-1 lawan Persela di kandang. Bahkan saat Semen Padang main di kandang kami [pada putaran pertama di Maguwoharjo] juga imbang 1-1. Artinya Semen Padang lebih baik dari kami,” kata pelatih berusia 45 tahun ini.