Eks CEO PSS: Disuruh Jadi Sopir, tetapi Kalau Enggak Ada Bensin Bagaimana?

Viola Kurniawati - Instagram Veeola
03 September 2019 20:02 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN–Viola Kurniawati akhirnya mengungkapkan alasannya mundur dari jabatan CEO PT Putra Sleman Sembada (PSS). Viola hanya bertahan sebentar di Super Elang Jawa karena perbedaan pandangan dengan petinggi klub.

“Saya kan disuruh jadi sopir, tetapi kalau enggak ada bensinnya bagaimana? Saya tidak akan meninggalkan PSS, karena masih banyak kewajiban yang harus diselesaikan,” katanya, Selasa (3/9/2019).

Viola mengungkapkan sebelum menerima jabatan CEO PT PSS, dia sempat berniat meninggalkan dunia sepak bola. Tetapi, menurutnya saat berada di PSS Sleman, dia menemukan lagi alasan mencintai sepak bola.

“Banyak hal yang saya dapat dan tidak mungkin bisa saya dapatkan dari daerah kelahiran saya. Luar biasa atmosfer suporter di Sleman. Saya sangat terharu karena belum pernah merasakan disayang begitu banyak orang,” kata perempuan yang pernah menjadi Media Officer Persija Jakarta ini.

Viola mengatakan prinsip-prinsip pengelolaan klub secara profesional sangat penting di Liga 1. Dia merasa sudah menjalankan prinsip-prinsip tersebut di PT PSS.

“Jadi saya rasa sudah cukup meletakkan fondasi buat Sleman, harusnya siapa pun nantinya bisa melanjutkan,” kata Viola yang menjabat CEO PT PSS selama 3,5 bulan.

“Soal fondasi klub, silakan orang yang menilai. Saya sudah buat roadmap tiga tahun untuk PSS. Soal aset, baik fisik dan nonfisik seperti digital, memang belum kelihatan, tetapi ada hasilnya untuk jangka panjang nanti. Lalu akademi sudah disiapkan, termasuk proyeksi jangka panjang. Kalau terkait teknis, bukan masalah tim saja. Saya ingin dua hingga tiga tahun ke depan, PSS mendapatkan lisensi dari AFC,” ucapnya.

Viola menyatakan mundur dari jabatan CEO PSS Sleman per 31 Agustus 2019 setelah menyampaikan surat resmi kepada Direksi PT PSS pada 16 Agustus 2019. Permohonan pengunduran dirinya disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PSS.