Ejek Romelu Lukaku dengan Suara Monyet, Suporter Bola Italia Butuh Pendidikan

Romelu Lukaku - Reuters/Daniele Mascolo
02 September 2019 22:37 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Romelu Lukaku menjadi korban rasisme saat Inter Milan melawat ke markas Cagliari untuk melakoni laga pekan kedua Serie A 2019-2020 di Sardegna Arena, Senin (2/9) dini hari WIB. Inter menang 2-1 berkat Lukaku.

Hampir sepanjang laga, penyerang asal Belgia itu mendapat cemoohan bernada rasial ketika. Di menit ke-72, saat dia mengambil ancang-ancang untuk mengeksekusi penalti, suporter Cagliari menirukan suara monyet. Penalti diberikan setelag gelandang Inter Stefano Snesi dilanggar bek Fabio Pisacane. Lukaku sukses menjebol gawang Cagliari meski diteror suara orang-orang yang menirukan monyet. Ejekan tersebut terus terdengar hingga Lukaku selesai merayakan gol.

Gol dari titik putih itu menjadi penentu kemenangan La Beneamata.  Inter mampu unggul lebih dulu lewat Lautaro Martinez di menit ke-21 sebelum disamakan Joao Pedro menit ke-50.

Namun, dengan kepala dingin Lukaku membalas aksi rasial itu dengan gol kemenangan. Nerazzurri kokoh di puncak klasemen dengan enam angka. Selepas laga, Lukaku enggan menanggapi aksi rasial yang dilakukan fan Cagliari. Ia mengaku bahagia bisa memberikan kontribusi maksimal bagi Inter.

“Ini pertandingan yang sulit. Kami harus berjuang keras,” ujar Lukaku seperti dilansir footballitalia.net, Senin.

Pendukung Cagliari punya rekam jejak rasisme yang kental. Musim lalu, Moise Kean yang kini sudah pindah ke Everton, juga mendapat perlakuan serupa saat membela Juventus. Kean diejek dan langsung merayakan gol di hadapan suporter Cagiari.

Pelatih Inter Antonio Conte mengaku tak mendengar ejekan rasial yang menimpa Lukaku. Namun, menurutnya penonton sepak bola di Italia masih kurang terdidik.

“Pendidikan masih dibutuhkan di Italia secara umum. Saya juga pernah mendengar Carlo Ancelotti dilecehkan oleh suporter. Seharusnya semua suporter tak datang ke stadion untuk menghina orang,” ujarnya.