Rasisme di Sepak Bola Inggris Makin Parah, Sepekan 3 Pemain Menjadi Korban

Tammy Abraham - Reuters/Murad Sezer
20 Agustus 2019 20:47 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rasisme masih menjadi penyakit yang sulit dihilangkan dari sepak bola Inggris dan malah makin parah. Dalam sepekan terakhir, tiga pesepak bola menjadi korban perilaku yang merendahkan martabat manusia tersebut, yakni striker Chelsea, Tammy Abraham, dan gelandang Reading, Yakou Meite, dan gelandang Manchester United, Paul Pogba.

Tammy Abraham menjadi korban rasisme lewat medsos setelah dia gagal mencetak gol dalam adu tendangan penalti di final Piala Super Eropa 2019 melawan Liverpool.  Pelatih Chelsea Frank Lampard menyerukan kepada perusahaan media sosial, khususnya Twitter, untuk lebih aktif dalam menghalau persebaran rasisme. ”Apakah mereka akan menghentikan orang yang dengan santai memasang apa yang orang lakukan terhadap Tammy? Itu tanggung jawab mereka,” kata Lampard.

Gelandang Reading, Yakou Meite, juga menjadi korban rasisme setelah gagal mengeksekusi penalti ketika melawan Cardiff City di Championship, kompetisi kasta ketiga Liga Inggris. Yang paling baru, Paul Pogba dihina dengan kata-kata rasis setelah bola eksekusi penaltinya diblok kiper Wolverhampton Wanderers, Rui Patricio.

Striker MU, Marcus Rashford, menegaskan aksi rasisme semestinya sudah tak mendapatkan tempat di sepak bola. “Manchester United adalah sebuah keluarga. Pogba adalah bagian besar di keluarga ini. Anda menyerangnya, Anda menyerang kami semua,” ujar Rashford seperti dilansir BBC, Selasa.

Organisasi anti-diskriminasi di sepak bola, Kick it Out, mengatakan rasisme di sepak bola Inggris melonjak hingga 43% pada musim 2018-2019 dari 192 kasus menjadi 274 kasus.

Di Eropa, rasisme masih marak. Pemain seperti Kalidou Koulibaly (Napoli), Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal), Moise Kean (Juventus, kini di Everton), hingga Raheem Sterling (Manchester City) juga sempat mendapatkan serangan rasial musim lalu.