PSIM Kalah, tetapi Aji Santoso Menganggap Ada Peningkatan di Timnya

PSIM versus Mitra Kukar di Stadion Mandala Krida, Jogja, Selasa (27/8/2019). - Harian Jogja/Jumali
27 Agustus 2019 22:07 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja Aji Santoso memandang satu hal positif dalam kekalahan Laskar Mataram dari Mitra Kukar di pekan ke-13 Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Selasa (27/8/2019).

Meski harus bertekuk lutut dengan skor 1-2, PSIM dinilai membaik dalam kesepahaman antarpemain. PSIM merekrut delapan pemain baru, yang terakhir adalah Aldaier Makatindu, di putaran kedua Liga 2. Aladier belum dimainkan, sementara pemain anyar lain sudah dijajal Aji. Performa pemain baru bisa menghadirkan kemenangan saat PSIM menjamu Persiba Balikpapan pekan lalu. Namun, ketika menghadapi Mitra Kukar, mereka tak bisa berbuat banyak.

Namun, Aji memandang para pemainnya sudah semakin padu meski belum bisa menang.

“Dibandingkan pertandingan melawan Persiba Balikpapan, ada peningkatan chemistry antarpemain,” kata Aji seusai pertandingan menghadapi Mitra Kukar.

Aji banyak mengubah komposisi pemain di pertandingan ini. Dia juga mengganti skema dari 4-2-3-1 menjadi 4-4-2 di babak kedua.

“Saya tadi berpikir hingga menit 70, masih tertinggal 0-2 saya akan masukkan striker karena saya akan pakai dua striker. Saya masukkan Angga [Dwi Raffi Angga] karena Saldi [Amiruddin] sudah kerja keras,” kata dia.

Angga masuk menggantikan Sutanto Tan. Sementara, Saldi kemudian diganti Yoga Pratama, sedangkan Witan Sulaeman yang ditempatkan di sayap diganti Rosi Noprihanis. Perubahan itu tak cukup berhasil karena PSIM hanya mampu mencetak satu gol lewat sepakan penalti Angga di menit ke-95.

Pelatih Mitra Kukar Rafael Berges Marin mengatakan kunci dari kemenangan timnya adalah kerja keras para pemain.

“PSIM adalah tim yang bagus, dan pemain tampil serius. Kami mampu unggul dua gol, sebelum akhirnya kemasukan satu gol. Ini jadi modal kami menghadapi laga selanjutnya di kandang,” ucap pelatih asal Spanyol ini.