Sudah Dilarang, Ribuan Suporter Persis Nekat ke Madiun untuk Saksikan Laga Lawan PSIM

Suporter Persis Solo - JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
15 Agustus 2019 21:42 WIB Ivan Andimuhtarom & Abdul Jalil Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Ribuan suporter Persis Solo tetap akan berangkat ke Stadion Wilis, Madiun, untuk menyaksikan Derby Mataram melawan PSIM Jogja. Padahal, Polres Madiun Kota telah melarang suporter kedua kesebelasan menyaksikan pertandingan terakhir paruh pertama Liga 2 2019 itu secara langsung di Stadion.

Sedikitnya 9.000 Pasoepati ikut dalam tur ke Madiun. Hingga Kamis (15/8/2019), laporan yang masuk ke DPP Pasoepati menyebutkan suporter akan menumpang 17 bus besar, tujuh minibus, 35 mobil pribadi, dan ratusan sepeda motor.

 “Kami akan dikawal aparat keamanan selama perjalanan Solo-Madiun pulang pergi. Keberangkatan ini dengan satu komando. Kami usahakan seluruh kendaraan yang ikut bersama-sama ke Madiun tetap jadi satu rombongan,” ujar Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Kamis.

Saat di Stadion Wilis, Rio meminta suporter tidak bertindak anarkistis yang bisa merugikan Persis. “Kami meminta stop nyanyian rasialis,” tutur dia.

Laga yang dikenal sebagai derby Mataram memang sudah lama dinanti para suporter. Kali terakhir derby Mataram berlangsung pada April 2013 atau enam tahun silam.

Sebelumnya, Polres Madiun Kota merekomendasikan pertandingan lanjutan Liga 2 2019 ini digelar tanpa penonton. Suporter Persis dan PSIM diminta tak ke Madiun.

Kabag Ops Polres Madiun Kota, Kompol Gatot Sudiyoto, mengatakan Polres Madiun Kota telah menyampaikan rekomendasi tersebut kepada Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persis Solo. Rekomendasi juga telah diajukan ke Polda Jawa Timur.

“Kalau dari Polres Madiun Kota memang merekomendasikan untuk pertandingan besok tanpa suporter,” kata dia.

Namun, jika akhirnya suporter Persis Solo memaksakan datang ke Madiun untuk menyaksikan pertandingan, polisi akan memperkuat keamanan selama pertandingan berlangsung.

Polres Madiun Kota belum mengetahui hasil rekomendasi Polda Jatim terkait pertandingan tersebut.  Gatot menegaskan pelarangan suporter datang ke Madiun untuk menyaksikan pertandingan Derby Mataram itu semata-mata karena persoalan keamanan.

“Yang jelas keamanan saat pertandingan besok menjadi hal utama yang kami perhatikan,” kata dia.

Sumber : JIBI/Solopos