Tak Dapat Kuota di Derby Mataram, Ini Langkah Brajamusti

Pertandingan Persis Solo melawan PSIM Jogja pada 2013. - JIBI/Solopos/dok
13 Agustus 2019 18:42 WIB Jumali & Ivan Andimuhtarom Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kelompok suporter PSIM Jogja yang tergabung dalam Brayat Jogja Mataram Utama Sejati (Brajamusti) belum mengambil sikap menyusul tiadanya kuota untuk suporter Laskar Mataram pada Derby Mataram melawan Persis Solo di Stadion Wilis, Madiun, Jumat (16/8/2019).

Brajamusti masih menunggu surat resmi dari Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persis Solo ihwal larangan untuk suporter PSIM menonton Derby Mataram di Stadion Wilis. Sampai Selasa (13/8/2019) sore, Brajamusti belum menerima surat tersebut.

“Kami baru akan rapatkan besok malam. Jadi belum ada keputusan dan belum bisa berikan pernyataan. Sampai sore ini belum ada surat resmi juga dari pihak panpel maupun polres setempat,” kata Presiden Brajamusti Muslih Burhanudin kepada Harianjogja.com, Selasa (13/8/2019) sore.

Pria yang akrab dipanggil Tole ini mengatakan berdasarkan koordinasi awal dengan Polresta Madiun, Derby Mataram tersebut belum mendapatkan rekomendasi dari Polda Jawa Timur. Musababnya, Derby Mataram digelar sehari setelah Derby Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sebelumnya, Panpel Persis Solo akan mengedepankan faktor keamanan mengingat panasnya rivalitas Persis Solo dan PSIM Jogja.

Derby Mataram sudah menyedot perhatian fans kedua tim. Suporter Persis maupun PSIM saling melancarkan perang urat saraf (psywar) lewat media sosial (medsos). Perseteruan Laskar Mataram dengan Laskar Sambernyawa memang sudah mendarah daging dan menjadi salah satu persaingan paling panas di Liga 2 2019 musim ini.

Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, mengatakan Derby Mataram hampir selalu dipanaskan rivalitas di dalam dan di luar lapangan. Hal tersebut berpotensi memicu hal tak diinginkan yang bisa merugikan tim maupun suporter.

Menurut Langgeng, Panpel Persis tengah menggodok sejumlah formula agar laga sarat gengsi tersebut dapat berjalan lancar. Salah satunya adalah melarang suporter tim tamu ke Stadion Wilis. PSIM memiliki kelompok suporter Brajamusti, The Maident, dan Jogjakartans, yang biasa disebut saat laga tandang.

Kebijakan melarang suporter PSIM hadir ke Madiun agaknya menjadi solusi  di tengah hubungan dengan pendukung Persis yang belum harmonis. Apalagi saat ini Laskar Sambernyawa menjadi tim musafir di Kota Gadis, julukan Madiun.

Wali Kota Madiun, Maidi, sempat marah besar lantaran sejumlah fasilitas stadion rusak seusai laga Persis melawan Martapura FC pertengahan Juli 2019 lalu. Saat itu sejumlah suporter merusak sejumlah fasilitas lantaran tidak puas dengan hasil pertandingan dan kinerja manamejen.