Lawan Borneo FC, PSS Diminta Hati-Hati Hadapi Provokasi

Gelandang PSS Sleman Brian Ferreira (putih) mendapat kartu kuning saat melawan Madura United, Rabu (31/7/2019). - Antara/Saiful Bahri
01 Agustus 2019 17:22 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, PAMEKASAN—Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengingatkan anak asuhnya agar tampil kalem dan tidak terpancing provokasi yang kemungkinan dilontarkan para pemain Borneo FC saat kedua kesebelasan bertemu dalam pekan ke-12 Liga 1 2019 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (4/8/2019) nanti.

Beberapa waktu lalu, pertandingan Borneo FC melawan PSS Sleman berlangsung sangat panas dan diwarnai pertikaian yang menyebabkan laga ditangguhkan sementara. Saat ini, PSS Sleman ingin melanjutkan tren positif dan mengincar raihan poin atas Borneo FC. Super Elang Jawa baru saja tampil bagus dan mengalahkan tuan rumah Madura United, Rabu (31/7/2019).

“Saya ingatkan kepada pemain untuk tidak terpancing dengan provokasi yang pasti akan dilakukan oleh pemain Bornoe FC. Pemain harus tampil lebih tenang dan fokus pada pertandingan,” ujar Seto kepada Harian Jogja, Kamis (1/8/2019).

Tahun ini, PSS dan Borneo FC sudah berjumpa tiga kali dalam kurun waktu satu bulan pada Februai sampai dengan Maret lalu: dua kali di Piala Indonesia dan sekali di Piala Presiden.

Kali terakhir, kedua kesebelasan berjumpa pada fase grup Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (8/3/2019). PSS menang 2-0 laga Grup D berkat gol Brian Ferreira di menit ke-23 dan Kushedya Hari Yudo di menit ke-90+4.

Sebelumnya, di Piala Indonesia, langkah PSS Sleman ke 16 besar dihentikan Borneo FC. Pada pertandingan pertama di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (15/2/2019), PSS kalah 0-1 gara-gara gol penalti Lerby Eliandri setelah Bagus Nirwanto melanggar Wahyudi Hamisi. Pada leg kedua di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (20/2/2019) malam, PSS dan Borneo FC bermain imbang dengan skor kacamata. Saat itu, Super Elang Jawa harus bermain dengan 10 pemain sejak menit kelima, setelah wasit Iwan Sukoco memberikan dua kartu merah kepada Wahyu Hamisi dan Sidik Saimima setelah keduanya berseteru. Akibat pertikaian Sidik dan Wahyu, laga sempat dihentikan sekitar 25 menit.