Advertisement

PSG Juara, Suporter Enggan Merayakan, Kenapa?

Arief Junianto
Minggu, 24 April 2022 - 22:17 WIB
Arief Junianto
PSG Juara, Suporter Enggan Merayakan, Kenapa? Mauricio Pochettino.- Harian Jogja - suara.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--PSG memastikan gelar Ligue 1 ke-10 pada Minggu (24/4/2022) sehingga menyamai rekor Saint-Etienne sekalipun ditahan seri 1-1 oleh 10 pemain Lens.

Lionel Messi tampaknya telah mencetak gol kemenangan yang menawan pada menit ke-68, tetapi Lens meredam pesta gelar yang sudah dipersiapkan di Parc des Princes melalui gol Corentin Jean ketika waktu tersisa dua menit. PSG unggul jauh 16 poin dari Marseille yang berada pada posisi kedua dengan empat pertandingan tersisa.

BACA JUGA: Eks Kiper Persiraja Gabung Madura United

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Pasukan Mauricio Pochettino merebut kembali mahkota liga dari Lille yang merupakan juara kejutan musim lalu. Ini sukses juara kedelapan bagi raksasa ibu kota Ligue 1 dalam 10 musim terakhir. Mereka mendapatkan dukungan penuh dari Qatar yang merupakan pemiliknya.

Tetapi musim ini masih dilihat sebagai kegagalan bagi PSG, setelah kalah secara dramatis dari Real Madrid pada 16 besar Liga Champions, setelah juga menderita kekalahan mengejutkan dari Nice dalam Piala Prancis.

Perhatian di Ibu Kota Prancis saat ini justru tertuju kepada masa depan Kylian Mbappe di mana striker bintang ini masih belum memutuskan apakah akan bertahan di PSG atau bergabung dengan Real Madrid sebelum musim depan. Peluit akhir membawa adegan aneh di mana para pemain Lens malah merayakan hasil laga ini dan PSG yang baru dinobatkan juara terlihat kikuk.

Direktur Olahraga PSG, Leonardo mengakui ada sejumlah kesalahan yang dibuatnya setelah para penggemar yang frustrasi memilih untuk tidak merayakan keberhasilan klub Ibu Kota itu menjuarai Liga Prancis ke-10.

BACA JUGA: Timnas U-23 Kalah 2-0 dari Pohang Steelers

Bukannya bersorak gembira yang biasanya dilakukan untuk keberhasilan timnya, para suporter PSG malah keluar lebih cepat meninggalkan Stadion Parc des Princes hampir 10 menit setelah klub mereka mengamankan trofi Ligue 1 menyusul hasil imbang 1-1 melawan RC Lens.

Advertisement

Bagi para suporter PSG, gelar liga bukanlah sebagai penghibur untuk kegagalan klub bertabur bintang itu di Liga Champions musim ini. Tim asuhan Mauricio Pochettino itu tersingkir di babak 16 besar oleh Real Madrid setelah menyia-nyiakan keunggulan agregat 2-0 di Liga Champions.

"Saya membuat kesalahan, saya telah melakukan banyak hal, dalam perekrutan, dan manajemen, yang mungkin berdampak pada hasil kami," kata Leonardo kepada Canal Plus, seperti dikutip Reuters.

Namun, meski kaya dengan bintang-bintang dalam tim termasuk Kylian Mbappe, Lionel Messi dan Neymar, tahun ini PSG harus dengan hanya satu trofi yakni Ligue 1 karena mereka juga tersingkir dari Piala Prancis lebih awal. “Setiap orang memiliki peran pada musim, kami harus bertanggung jawab,” kata Leonardo.

Advertisement

Pemain tengah Marco Verratti juga tampak kesal dengan ketidakpedulian yang ditunjukkan oleh para penggemar. "Kami memberikan semua yang kami miliki. Pada titik tertentu, kita harus bangkit," kata pemain asal Italia itu.

Pochettino, yang tidak berbuat banyak untuk memperbaiki nasib PSG sejak mengambil alih tugas 16 bulan lalu, berharap para suporter akan mulai menghargai kemenangan daripada terus-menerus memikirkan kekalahan. "Kami sedang melalui masa sulit dengan para penggemar dan kami berharap ini akan menjadi lebih baik. Kita berada dalam demokrasi dan kami menerima semua protes," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Setelah 26 Tahun, Petenis Legendaris Yayuk Basuk Akui Mengalah di US Open 1996 Demi Bela DIY

Olahraga
| Selasa, 27 September 2022, 07:07 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement