Pelatih & 5 Pemain Dipecat karena Diduga Atur Skor Liga 2, Nama Klub Raffi Ahmad Terseret

Ilustrasi - Freepik
28 Oktober 2021 21:57 WIB Ichsan Kholif Rahman Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SERANG—Perserang resmi melaporkan dugaan pengaturan skor pertandingan Liga 2 yang diduga dilakukan sejumlah pihak, termasuk pemain, kepada PSSI, pada Kamis (28/10/2021). Manajemen Perserang memecat lima pemain dan seorang pelatih. Klub milik pesohor Raffi Ahmad, RANS Cilegon FC, disebut-sebut dalam skandal.

Manajer Perserang, Babay Karnawi dalam keterangan tertulis yang diterima JIBI mengatakan laporan kepada PSSI berdasarkan sejumlah informasi, pengakuan, dan barang bukti yang dimiliki manajemen Perserang.

BACA JUGA: Mohamed Salah Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional Mesir

Babay meminta Badan Yudisial PSSI menindak tegas seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam upaya pengaturan skor itu.

"Sebagai anggota, kami melaporkan agar PSSI melindungi klub, pemain, pelatih, dan ofisial Liga 2 dari praktik seperti ini. Tentunya  dengan memperketat pengawasan dalam yurisdiksi sepakbola di Liga 2,” kata Babay.

Menurutnya, indikasi pengaturan skor pertandingan ditemukan dalam sejumlah laga yang dijalani Perserang di Liga 2 musim ini. Dugaan praktik pengaturan skor pertandingan itu telah dilakukan oleh pihak luar dengan mengajak sejumlah pemain Perserang Serang.

"Beberapa orang telah menghubungi sejumlah pemain Perserang untuk membuat Perserang kalah dalam pertandingan melawan RANS Cilegon FC, Persekat Tegal, dan Badak Lampung FC,” kata dia.

BACA JUGA: Koeman Sudah Dipecat, Xavi Kandidat Terkuat Pelatih Barcelona

Babay mengatakan berdasarkan bukti berupa pengakuan dari pemain dan pelatih, manajemen Perserang Serang melakukan tindakan tegas kepada lima orang pemain dan seorang pelatih kepala Perserang. Lima pemain yang dimaksud adalah EDS, FE, EJ, AS dan AIH. Adapun pelatih kepala berinisial PW. Musim ini, Perserang dilatih Putut Wijanarko.

"Dengan pertimbangan integritas dan etik, keenam orang itu diberhentikan secara tidak hormat dari Perserang,” kata Babay.

Ia menambahkan Perserang dirugikan dengan perginya lima pemain dan pelatih. Namun, Babay menegaskan lebih menjunjung tinggi integritas sepak bola ketimbang mempertahankan penggawa yang merusak.

"Kondisi ini sangat merugikan Perserang, tapi kami tetap harus berani dan tidak menoleransi hal-hal yang merusak integritas sepak bola. Laporan ini untuk memberi efek jera kepada pihak-pihak yang ingin merusak integritas sepakbola,” kata dia.

BACA JUGA: Direksi PSS Sleman Dirombak, Marcoout Akhirnya Terwujud

Ia mengucapkan terima kasih kepada pemain, ofisial Perserang, dan pendukung yang turut serta memerangi hal-hal yang merusak integritas sepak bola.

Babay mewakili seluruh manajemen Perserang mengajak seluruh elemen suporter dan masyarakat Serang untuk mendukung Perserang dan menjadikan kejadian itu sebagai titik awal kebangkitan.

"Kami memohon doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat Serang agar Perserang bisa meraih hasil sesuai harapan dalam lanjutan Liga 2 musim ini,” ujar dia.

Sumber : JIBI/Solopos