Buntut Laga Brutal Persiraja Melawan AHHA PS Pati, PSSI Sanksi Tegas Pemain

Kerusuhan laga yang dipicu oleh permainan kasar oleh Zulham Zamrun dari AHHA PS PATI FC. - Suara.com.
09 September 2021 02:27 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Menyusul pertandingan uji coba brutal klub Liga 1 Persiraja versus tim Liga 2 AHHA PS Pati, PSSI memberikan peringatan kepada klub-klub anggotanya agar mengajukan izin ketika ingin menggelar laga sejenis.

"PSSI menegaskan kembali kepada klub anggota yang mengadakan uji coba atau latihan bersama agar menyampaikan surat pemberitahuan atau izin kepada PSSI, Asosiasi Provinsi, Asosiasi Kota dan Asosiasi Kabupaten PSSI untuk mendapatkan rekomendasi," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi kepada Antara di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

BACA JUGA : Ini Profil Zulham Zamrun, Biang Kerusuhan di Laga AHHA PS

Yunus melanjutkan, selain memberikan izin, PSSI juga akan menugaskan wasit yang memimpin pertandingan.

PSSI, kata pria asal Gorontalo itu, tidak ingin kejadian seperti yang ada di Persiraja versus AHHA PS Pati, Senin (6/9), terulang kembali.

Dalam pertandingan tersebut terdapat insiden pelanggaran keras yang dilakukan pemain AHHA PS Pati Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun.

Syaiful menyepak kepala pemain Persiraja Muhammad Nadhif hingga Nadhif terkapar di lapangan dan mesti mendapatkan penanganan serius.

BACA JUGA : Bermain Kasar Melawan Persiraja, Zulham Zamrun & Syaiful 

Kemudian, Zulham terlibat dalam keributan antarpemain setelah dirinya melakukan pelanggaran keras terhadap pemain lawan. Peristiwa tersebut mendapatkan perhatian luas termasuk dari beberapa media luar negeri.

"PSSI telah berkomunikasi dengan klub agar memberikan sanksi tegas terhadap pemain seperti itu," kata Yunus.

Manajemen AHHA PS Pati sendiri sudah menindaklanjuti sikap para pemainnya dengan memberikan sanksi kepada Syaiful dan Zulham. Mereka dipulangkan dari pemusatan latihan tim.

AHHA PS Pati juga telah meminta maaf kepada Persiraja, begitu pula para pemain yang menjadi pelaku pelanggaran keras itu.

Sumber : Antara