Guardiola: Jika Kami Kalah di Liga Champions Berarti Gagal di ManCity

Pelatih Manchester City Pep Guardiola - Reuters
14 April 2021 11:37 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengatakan dia akan dianggap gagal jika tidak memenangkan Liga Champions selama waktunya di klub Liga Primer Inggris tersebut.

City unggul agregat 2–1 dari Borussia Dortmund menjelang pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions pada Kamis (15/4/2021) dini hari WIB.

Mereka belum pernah mencapai semifinal di bawah Guardiola, tersingkir di perempat final selama tiga musim terakhir. "Saya tahu jika kami tidak menang, saya berarti gagal dan jika kami berhasil [juara], orang akan berkata 'betapa bagusnya Pep'," kata Guardiola.

BACA JUGA : City Tak Terkalahkan, Guardiola: Rekor Ini Akan Pecah

Mereka didorong oleh absennya pemain Dortmund Jadon Malik Sancho di leg kedua, dengan pemain Inggris dan mantan penyerang City itu masih dalam pemulihan dari cedera paha yang juga mencegahnya bermain di leg pertama.

Namun, gol tandang tim Jerman di Etihad berarti mereka akan maju dengan kemenangan 1–0 di kandang dan Guardiola mendesak timnya untuk fokus pada rencana mereka daripada khawatir tentang potensi perubahan.

"Jika Anda memikirkan konsekuensi atau gol yang harus Anda cetak atau kebobolan, anda lupa apa yang harus anda lakukan. Tidak peduli apa yang terjadi di leg pertama, Anda memiliki peluang di leg kedua.”

"Akan lebih baik mereka tidak mencetak gol dan kami menang, tapi di Liga Champions Anda selalu punya peluang. Kami punya senjata untuk mencetak gol, mereka juga punya senjata untuk mencetak gol.”

BACA JUGA : Catatkan 21 Kali Kemenangan Beruntun, Guardiola Kini

"Ide kami adalah pergi ke sana melakukan yang terbaik dan membiarkan mereka merasa kami tidak akan bisa mempertahankan apa yang kami dapatkan. Kami ingin memaksakan permainan kami untuk memenangkan pertandingan."

Pemenang laga dua leg ini akan berhadapan dengan Paris Saint-Germain di semifinal yang juga digelar dua leg setelah PSG, yang ditangani oleh mantan pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino, menyingkirkan juara bertahan Bayern Munchen.

Sumber : BBC