Bukan Seto, PSS Sleman Pilih Asisten Luis Milla Jadi Pelatih Kepala

Perkenalan Eduardo sebagai pelatih kepala PSS. - Harian Jogja/Jumali
15 Januari 2020 14:22 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Kabar mengejutkan datang dari manajemen PSS Sleman. Super Elang Jawa tak lagi ditangani Seto Nurdiyantoro.

Manajemen klub resmi menunjuk Eduardo Perez Moran sebagai pelatih kepala jelang Liga 1 2020.

Mantan asisten pelatih Luis Milla ini diperkenalkan oleh manajemen di hadapan awak media, Rabu (15/1/2020) di Rich Hotel. 

“Setelah kami melakukan pertemuan sebanyak enam kali dan belum ada titik temu. Dan dengan segala keterbatasan kami, Coach Seto tidak bisa menerimanya. Akhirnya kami harus mengambil keputusan lain,” kata CEO PT PSS Fatih Chabanto.

Dengan berat hati dan sangat menyesal atas nama manajemen tidak bisa dengan Coach Seto. Manajemen mengucapkan terima kasih atas kiprahnya di musim lalu dan membawa tim finis di peringkat kedelapan,” lanjut Fatih.

Menurut Fatih, keputusan menunjuk Eduardo bukan tanpa alasan. Sebab, tim PSS harus segera dibentuk dan mempersiapkan diri untuk menghadapi Liga 1 2020. Pada Liga 1 2020, manajemen PSS Sleman menargetkan finis di lima besar.

“Coach Eduardo ditarget lima besar di akhir kompetisi. Memang tidak mudah, tapi kami akan berusaha,” ungkap Fatih.

Sementara Eduardo mengakui penunjukan dirinya sebagai pelatih serba cepat. Sebab, komunikasi antara manajemen dengan Eduardo baru intens dilakukan Selasa (14/1/2020).

“Semua serba cepat. Dan ini jadi tantangan bagi saya. Saya berterima kasih kepada manajemen telah memberi kepercayaan kepada saya. Saya sudah mengetahui bagaimana PSS Sleman, termasuk juga tekanan suporter,” katanya.

Dalam menjalankan perannya, Eduardo tetap didampingi oleh Suwandi HS dan Danilo Fernando sebagai asisten pelatih. Pelatih kiper tetap dipegang oleh Listiyanto Raharjo.

“Saya berterima kasih kepada Coach Seto. Karena dia yang merekomendasikan saya menjadi asisten pelatih di Sleman,” katanya.

“Saya berharap musim ini bisa lebih teratur, dalam arti manajemen, ofisial, pemain dan mengarah ke profesional lagi,” ucapnya.