Gagal di PSIM & Persela, Aji Santoso Coba Peruntungan di Persebaya

Aji Santoso (kiri) dan Bejo Sugiantoro. - Antara
31 Oktober 2019 17:37 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJAPersebaya menunjuk Aji Santoso menggantikan Wolfgang Pikal sebagai pelatih kepala di sisa Liga 1 2019. Sebelumnya, Aji gagal memoles Persela di awal Liga 1, juga gagal memperbaiki performa PSIM Jogja di Liga 2 2019. Di dua klub tersebut, Aji mundur.

Kini, Persebaya menggantungkan harapan pada eks bek sayap kiri legendaris mereka.

Terima kasih saya diberi kesempatan melatih di Persebaya Surabaya, ujar Aji Santoso di laman resmi klub, Kamis siang.

Aji Santoso bertugas mengembalikan tren positif Persebaya yang gagal menang di enam pertandingan terakhir hingga menyebabkan Wolfgang Pikal meninggalkan posisi pelatih setelah kalah 2-3 dari PSS Sleman pada pekan ke-25 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/12/2019).

Pelatih berusia 49 tahun tersebut sudah disebut-sebut bakal menangani Bajul Ijo sejak Djadjang Nurdjaman mundur dari pos Pelatih Persebaya di akhir putaran pertama lalu. Namun, kala itu Aji masih melatih PSIM. Di PSIM, Aji gagal total hingga akhirnya mundur dan digantikan Liestiadi.

Aji mengaku sulit menampik tawaran melatih Ruben Sanadi dan kawan-kawan karena telah memiliki ikatan emosional dengan Persebaya.

Sebelumnya saya sempat mendapat tawaran [melatih Persebaya], tetapi situasinya tidak memungkinkan. Tentu sekarang saya menerima tawaran ini dengan pertimbangan matang, karena Persebaya adalah tim yang membesarkan saya, ucapnya.

Aji pernah mengantarkan Persebaya menjuarai Liga Indonesia 1996-1997. Saat itu dia menjadi kapten. Aji

juga pernah melatih Persebaya pada era Indonesia Premier Leagur (IPL) saat kompetisi Nusantara dilanda dualisme.

Ia berharap pengetahuannya terhadap kultur Persebaya mampu mengembalikan marwah tim yang kini menghuni peringkat sembilan di klasemen sementara.

Aji sudah menjalin komunikasi dengan Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro, yang menjadi asisten pelatih. Ketiganya adalah bagian dari kejayaan Persebaya di era 1990-an.

Kebetulan kami sudah pernah bekerja sama. Sejak komunikasi dengan manajemen, saya telah berbicara dengan mereka, tuturnya.

Sumber : Antara