Ricuh Derbi Mataram: Tak Hanya Bakar Mobil, Massa Juga Jarah Tas Polisi

Halaman Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019) petang. - Harian Jogja/Jumali
21 Oktober 2019 20:42 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kapolresta Jogja Kombes Armaini mengatakan massa tidak hanya membakar serta merusak dua mobil dinas milik Polresta Jogja dalam kericuhan seusai laga PSIM melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019).

Menurut Armaini, massa juga menjarah barang-barang yang ada di kedua mobil tersebut. Padahal di dalam mobil ada tas dari petugas kepolisian. Kerumuman yang beringas tersebut bahkan menahan mobil pemadam kebakaran yang akan memadamkan api.

“Sementara satu mobil damkar [pemadam kebakaran] yang didatangkan saja ditahan masuk,” lanjut Kapolresta.

“Mereka tidak hanya merusak tapi menjarah. Mereka datang kemari bukan untuk nonton bola. Semua akan kami evaluasi. Kami akan duduk semeja dengan panpel dan pengelola stadion nantinya.”

Armaini mengatakan satu mobil Mitsubishi Lancer yang dibakar dan satu mobil Mazda 3 2018  dirusak di area parkir Stadion Mandala Krida adalah kendaraan dinas Polresta Jogja.

 “Maaf, ini mobil dinas. Bukan saya yang beli ini, yang jelas ini Mazda 3 2018 dan Mitsubishi Lancer, belum lagi alat-alat kelengkapannya di dalam,” kata Kombes Armaini.

Pertandingan tersebut sebenarnya tak lagi menentukan langkah PSIM maupun Persis Solo di Liga 2 2019. Keduanya dipastikan kandas di fase grup. Empat tim dari Grup Timur yang lolos ke delapan besar adalah Persik Kediri, Mitra Kukar, Persewar Waropen, dan Martapura FC. Persik dan Persewar adalah tim promosi dari Liga 3 musim lalu.

Namun, tensi Derbi Mataram selalu panas dan akhirnya memuncak di ujung laga saat pemain kedua kesebelasan tak bisa mengendalikan emosi. Penonton kemudian menghambur ke lapangan dan keributan pecah. Pemain dan ofisial Persis berlindung di ruang ganti. Asisten Pelatih Persis Choirul Huda menjadi korban pemukulan.