51 Orang Ditangkap Setelah Kericuhan Derbi Mataram

Puluhan orang yang diduga terlibat kerusuhan di Derbi Mataram ditangkap dan ditahan di Mapolresta Jogja, Selasa (22/10/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 Oktober 2019 16:12 WIB Lugas Subarkah Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja meringkus 51 orang yang terlibat kerusuhan di Mandala Krida seusai pertandingan PSIM Jogja melawan Persis Solo pada pekan terakhir fase grup Liga 2 2010, Senin (21/10/2019) sore. Tiga di antara mereka adalah perusak dan pembakar mobil polisi.

Kadiv Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengatakan sebelum pertandingan dimulai, polisi telah menangkap 18 remaja. Di dekat mereka, polisi menemukan tujuh molotov yang diduga akan dilempar saat kerusuhan.

“Malam setelah kerusuhan, kami menemukan lagi 12 molotov di luar pagar stadion. Kami juga mengamankan 30 orang yang membuat kerusuhan,” ujarnya di Mapolresta Jogja, Selasa (22/10/2019).

Polisi masih memeriksa mereka untuk mengetahui peran masing-masing dalam kericuhan yang mengakibatkan sejumlah mobil dan motor dirusak tersebut. Polisi juga menyita ponsel para pelaku untuk menelusuri kemungkinan adanya komunikasi untuk merencanakan kesuruhan. “Juga kami perdalam apakah mereka terafiliasi dengan kelompok tertentu,” kata dia.

Derbi Mataram disudahi kericuhan di ujung laga. Pada menit ke-95, ketika pertandingan belum berakhir dan Persis unggul 3-2 atas PSIM, pemain kedua kesebelasan cekcok. Bek PSIM Achmad Hisyam Tolle kemudian menendang pemain Persis dan penonton menghambur ke lapangan. Situasi kemudian memanas, polisi menembakkan gas air mata. Di luar stadion, massa mengamuk setelah polisi mengevakuasi skuat Persis Solo ke hotel. Mobil polisi dirusak dan dibakar.