Dipukul di Derbi Mataram, Asisten Pelatih Persis Solo Dapat 3 Jahitan

Choirul Huda dirawat di JIH Solo, Selasa (22/10/2019) dini hari. - JIBI/Solopos/Chrisna Chanis Cara
22 Oktober 2019 14:17 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Asisten Pelatih Persis Solo, Choirul Huda, mendapat tiga jahitan di pelipis kirinya setelah dipukul dalam kericuhan pada laga PSIM melawan Persis di Stadion Mandala Krida, Jogja, Senin (21/10). Saat ini kondisi Choirul sudah stabil setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Pelatih yang akrab disapa Cak Irul itu langsung dibawa ke RS JIH Solo begitu awak Persis tiba di Kota Bengawan, Selasa (22/10) dini hari WIB. Pelipisnya harus dijahit karena lukanya sedalam satu sentimeter. Dalam duel yang disudahi dengan kerusuhan itu, Cak Irul mendapat bogem mentah setelah mencoba mengingatkan Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) PSIM agar bisa mengendalikan keadaan.

“Saya melihat panpel bukannya membuat keadaan tenang, tetapi justru memprovokasi. Luka saya ini diduga juga dari pukulan seorang panpel. Saya tidak bisa melihat jelas orangnya karena kejadian berlangsung sangat cepat," ujar Cak Irul saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia di mes Persis Solo di Karangasem, Laweyan, Selasa.

Derbi Mataram kemarin sejatinya sudah tidak memperebutkan tiket ke babak delapan besar. Baik PSIM maupun Persis sudah tersingkir lantaran Martapura menang 1-0 di kandang PSBS, beberapa waat sebelum pertandingan Derbi Mataram dimulai.

“Saya menyayangkan pemahaman yang kuno terkait kecintaan terhadap sebuah klub. Kalau cinta, mestinya tidak ada ruang untuk kekerasan,” ujarnya.

Sumber : JIBI/Solopos