Ratusan Suporter Persis Bertahan di Perbatasan DIY-Jateng, Menunggu Teman yang Lolos Berangkat ke Jogja

Suprter Persis Solo yang hendak ke Jogja dicegat aparat kepolisian di Klaten, Senin (12/10/2019). - JIBI/Solopos/Taufik Sidik Prakoso
21 Oktober 2019 19:12 WIB Taufik Sidik Prakoso Sepakbola Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Ratusan suporter Persis Solo yang hendak pergi ke Jogja untuk menonton pertandingan PSIM melawan Persis di Stadion Mandala Krida, Senin (14/10/2019), masih bertahan di perbatasan DIY dan Jawa Tengah.

Mereka enggan kembali pulang karena menunggu teman-teman mereka yang sudah lolos dari adangan polisi dan berangkat ke Jogja untuk menonton laga terakhir fase Grup Liga 2 2019 tersebut.

Ada yang masih bertahan dengan alasan menunggu teman mereka yang sudah berada di Jogja. Setelah negosiasi, mereka tetap berada di sana, tetapi dengan pengawasan polisi,” ujar Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Senin sore.

Kapolres mengakui ada suporter yang lolos dari pengadangan setelah berpencar dan melewati jalan-jalan kampung. Ratusan polisi tetap disiagakan disepanjang jalur utama hingga untuk memastikan seluruh anggota Pasoepati yang datang ke Stadion Mandala Krida sudah kembali ke wilayah mereka masing-masing.

Nanti ada pengawalan sepanjang mereka pulang. Selain ada yang mengawal di sepanjang perjalanan, ada pula yang berjaga di setiap persimpangan jalan. Ini kami lakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang justru merugikan masyarakat umum,kata dia.

Tentara dari Kodim 0723/Klaten membantu proses pengamanan hingga seluruh suporter Persis Solo kembali ke wilayah masing-masing.

Ada sekitar 100 personel yang ikut mengamankan dari Koramil yang berada di ruas jalur utama antara Jogja hingga Solo dari Delanggu hingga Prambanan. Kami sifatnya melakukan back-up saja,kata Dandim klaten, Letkol Kav. Minarso.

Aparat Polres Klaten sudah mencegat suporter Persis Solo yang nekat akan menonton pertandingan PSIM Jogja melawan Persis. Ratusan dari mereka kemudian dipulangkan.

AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan polisi disiagakan di delapan lokasi di sepanjang jalan utama Solo-Jogja, seperti di Kecamatan Delanggu, Subterminal Penggung Kecamatan Ceper, Subterminal Bendogantungan Kecamatan Klaten Selatan, Kecamatan Jogonalan, Kecamatan Prambanan, Kecamatan Tulung, serta Kecamatan Cawas.

“Panpel PSIM dan PSSI sudah mengeluarkan surat imbauan agar tidak ada suporter Persis yang datang ke stadion. Korlap suporter juga menyampaikan tidak ada massa yang ke Jogja. Namun, faktanya masih ada yang berupaya berangkat ke Jogja. Makanya, kami melakukan penyekatan,” kata Kapolres saat ditemui wartawan di Pos Polisi Prambanan.

Sebagian suporter yang tetap nekat berangkat ke Jogja diminta kembali ke wilayah masing-masing. Jumlahnya mencapai ratusan suporter yang mengendarai sekitar 200 sepeda motor. Polisi mengadang dan meminta suporter balik ke wilayah masing-masing di sejumlah lokasi seperti Delanggu, Penggung, depan Masjid Al Aqsha Klaten, serta Prambanan. “Ada yang pulang secara mandiri ada pula yang akhirnya kami kawal kembali ke wilayah Solo," kata Kapolres.

Selain pulang, ada sekitar 100 suporter yang memilih bertahan di wilayah perbatasan Jateng-DIY di Kecamatan Prambanan.

Pertandingan PSIM melawan Persis berakhir ricuh saat kedudukan masih 3-2. Laga dihentikan di menit ke-95 karena penonton menghambur ke lapangan. Pemain Persis berlindung ke ruang ganti. Asisten Pelatih Persis Choirul Huda bahkan dipukul.

Sumber : JIBI/Solopos