Mobil yang Dibakar dalam Kericuhan PSIM Vs Persis Milik Polresta Jogja

Halaman Stadion Mandala Krida pada Senin (21/10/2019) petang. - Harian Jogja/Jumali
21 Oktober 2019 20:12 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kapolresta Jogja Kombes Armaini mengatakan satu mobil Mitsubishi Lancer yang dibakar dan satu mobil Mazda 3 2018  dirusak di area parkir Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019) adalah kendaraan dinas Polresta Jogja.

Dua mobil itu menjadi sasaran amuk massa saat kericuhan pada Derbi Mataram yang mempertemukan PSIM Jogja melawan Persis Solo pada pekan terakhir fase grup Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Jogja, Senin petang.

“Maaf, ini mobil dinas. Bukan saya yang beli ini, yang jelas ini Mazda 3 2018 dan Mitsubishi Lancer, belum lagi alat-alat kelengkapannya di dalam,” kata Kombes Armaini.

Keributan diawali pada pengujung pertandingan saat PSIM tertinggal 2-3. Pemain Persis Solo Shulton Fajar berlama-lama memegang bola setelah dinyatakan offside. Kemudian, tiga pemain PSIM Jogja yang tersulut emosi mendekat dan sempat adu mulut.

Bek PSIM Jogja Ahmad Hisyam Tolle yang tidak bisa mengontrol emosi akhirnya memukul Shulton. Wasit asal Jakarta Zetman Pangaribuan yang memimpin jalannya laga langsung memberikan kartu merah kepada Tolle. Tak sampai di situ, Shulton kembali menantang pemain PSIM lainnya. Gelandang PSIM Jogja Raymond Tauntu langsung ikut memukul. Senasib dengan Tolle, Raymond akhirnya diganjar kartu merah.

Zetman juga memberikan kartu merah kepada Shulton. Namun, saat Shulton keluar lapangan, emosi Ahmad Hisyam Tolle tetap tidak terbendung. Tolle yang telah keluar dan mencopot kausnya masuk ke lapangan dan mengejar dan menendang Shulton.

Kerumunan penonton langsung turun ke lapangan. Semua pemain  Persis berhamburan masuk ke ruang ganti dan pertandingan akhirnya dinyatakan berakhir saat Persis unggul 3-2 atas tuan rumah Persis.

Polisi yang berusaha menenangkan massa sempat menembakkan gas air mata. Banyak penonton yang terpapar gas air mata. Tidak hanya wanita, banyak anak-anak yang harus dievakuasi ke ruangan stadion.