Seto Berjudi dengan Menurunkan Brian Ferreira yang Belum Pulih dari Cedera, Ini Alasannya

Suporter PSS Sleman - Harian Jogja/Jumali
19 September 2019 19:02 WIB Jumali & Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman selamat dari kekalahan saat menjamu Persipura Jayapura pada pekan ke-19 Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (19/9/2019) sore berkat perjudian Pelatih Seto Nurdiyantoro memasukkan Brian Ferreira di pertengahan babak kedua.

Brian masuk saat PSS tertinggal 0-1 dan setelah sekitar 20 menit di lapangan, dia mengirimkan asis untuk gol penyama kedudukan yang dicetak Rangga Muslim Perkasa. Brian sebenarnya belum sepenuhnya bugar setelah dihantam cedera otot paha saat PSS kalah 0-1 di kandang Persib Bandung, 30 Agustus. Brian bahkan diperkirakan harus menepi empat sampai enam pekan. Untung bagi PSS, gelandang yang sudah mengemas delapan gol dan lima asis hingga pekan ke-19 ini sembuh lebih cepat.

Saat PSS menang 1-0 di kandang Semen Padang, Brian masih absen dan PSS tak terlalu kehilangan. Namun, Persipura adalah tim yang jauh lebih kuat yang di menit terakhir babak pertama bisa mencetak gol lewat tandukan Muhammad Tahir yang memanfaatkan kelengahan Super Elang Jawa di jantung pertahanan.

PSS kesulitan menghadapi Mutiara Hitam dan Brian menjadi solusi instan.

“Memang dari rekomendasi medis, Brian belum bisa tampil. Tetapi saya paksakan. Ada risiko yang saya ambil dengan menurunkannya di babak kedua. Tetapi saya sudah banyak mempertimbangkan kondisi Brian. Di babak pertama, kami enggak maksimal. Mau tidak mau saya masukkan Brian di babak kedua,” kata Seto seusai pertandingan.

Kehadiran Brian di lapangan langsung terasa. Selama lebih dari satu jam tanpa kebaradaan Brian, PSS hanya menciptakan empat peluang mencetak gol sedangkan selama sekitar 25 menit Brian di lapangan, anak asuh Seto bisa membuat lima peluang melesakkan gol.

Seto tak terlalu kecewa meski PSS gagal menang. Sebab, lini depan PSS kehilangan separuh kekuatan lantaran absennya Yevhen Bokhashvili akibat akumulasi kartu kuning. Serangan Super Elang Jawa bagai macan ompong. Kushedya Hari Yudo yang bisa menjadi pengganti Yevhen saat PSS menghadapi PS Tira-Persikabo pada pekan ke-15 lalu tak berkutik. Dia hanya melepas dua percobaan tembakan.

Lemahnya lini depan membuat upaya serangan Super Elang Jawa tak berbuah, terutama di babak pertama.

“Kami banyak kehilangan momen di babak pertama. Meski demikian, kami apresiasi usaha pemain. Ini jadi pembelajaran bagi kami,” kata Seto.

Sementara, Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F. Tiago juga tak kecewa dengan hasil imbang.

“Bagaimana pun perjuangan anak-anak luar biasa. Kami bersyukur bisa dapat satu poin,” ucap Jacksen.

“Sejatinya peluang mereka sangat sedikit dan kami menguasai pertandingan di babak pertama.”