PSS Jamu Persipura, Pertandingan PSIM VS Persatu Ditunda

Pertandingan Persatu melawan PSIM di putaran pertama Liga 2 2019 di Stadion Bumi Wali, Tuban, 20 Juli 2019. PSIM menang 2-0. - Harian Jogja/Istimewa
17 September 2019 15:37 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Liga Indonesia Baru (LIB) menunda partai PSIM Jogja menjamu Persatu Tuban  pada pekan ke-18 Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Jogja, Kamis (19/9/2019). Alasan penundaan adalah faktor keamanan karena di hari yang sama, PSS Sleman akan menjamu Persipura Jayapura pada pekan ke-19 Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

“Surat sudah kami terima dari PT LIB. Akan ada penjadwalan ulang. Sejauh ini Persatu Tuban juga tidak ada masalah. Soal kapan akan dijadwalkan kami masih menunggu PT LIB,” kata Sekretaris PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa, Selasa (17/9/2019).

Dalam surat tersebut, PT LIB juga mengumumkan laga pekan ke-19 yang dijalani oleh Persatu Tuban. Persatu yang dijadwalkan menjamu Persik Kediri, 28 September di Stadion Bumi Wali, Tuban, diundur menjadi tanggal 30 September dengan alasan permintaan stasiun televisi. 

Sebelumnya, PSIM mengirimkan surat kepada PT LIB untuk mempertimbangkan pergantian jadwal.

Alhasil, saat ini PSIM mengalihkan fokus menghadapi Madura FC, Senin (23/9/2019) mendatang di Stadion Mandala Krida Jogja. Pada putaran pertama, 20 Juli lalu, PSIM mengalahkan Persatu 2-0 di Stadion Bumi Wali Tuban.

PSIM juga belum menerima kejelasan apakah laga melawan Persatu diperbolehkan dilihat penonton di stadion atau tidak. Manajemen PSIM Jogja telah mengirimkan banding atas putusan Komdis PSSI bernomor 063/L2/KD-PSSI/IX/2019 tertanggal 5 September 2019 yang menghukum suporter Laskar Mataram berupa larangan hadir di pertandingan PSIM selama sebulan.

Komdis PSSI menyatakan suporter PSIM Jogja terbukti melakukan provokasi dan melemparkan botol ke arah ofisial dan suporter Persik Kediri. Alhasil, terjadinya keributan di luar stadion. Suporter PSIM juga dinyatakan merusak fasilitas umum dan kendaraan bermotor, membawa senjata tajam dan bom molotov.

“Kami sudah ajukan banding. Tetapi belum ada tanggapan. Sampai kini kami juga masih menunggu,” ucap Jarot.