Buntut Kericuhan di Kediri, Suporter PSIM Dilarang Masuk Stadion Selama 1 Bulan

Petugas kesehatan mengevakuasi korban kerusuhan suporter Persik dan PSIM, Senin (2/9/2019). - Antara/Prasetia Fauzani
06 September 2019 16:47 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan hukuman bagi PSIM Jogja akibat kerusuhan seusai pertandingan pekan ke-14 Liga 2 2019 antara Persik Kediri dan PSIM Jogja di Stadion Brawijaya, Senin (2/9/2019) lalu.

Melalui surat keputusan bernomor 063/L2/KD-PSSI/IX/2019 tertanggal 5 September 2019, Komdis PSSI menyatakan suporter PSIM Jogja terbukti melakukan provokasi serta melempar botol ke arah ofisial dan suporter Persik Kediri. Eksesnya adalah terjadi keributan di luar stadion. Komdis PSSI menyebut suporter PSIM merusak fasilitas umum dan kendaraan bermotor, membawa senjata tajam, dan bom molotov.

“Mengacu pada bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran terhadap pasal 70 Kode Disiplin PSSI, sesuai Pasal 70 jo Pasal 20, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berupa larangan masuk stadion untuk suporter PSIM Jogja selama satu bulan. Apabila PSIM menjalani laga kandang, seluruh stadion ditutup bagi suporter. Kemudian, apabila menjalani laga tandang, suporter PSIM dilarang ikut serta memberikan dukungan di stadion tempat digelarnya pertandingan,” demikian pernyataan surat yang ditandatangani oleh Ketua Komdis PSSI Asep Edwin Firdaus tersebut.

Berdasarkan surat keputusan tersebut, suporter PSIM tak bisa menonton empat pertandingan Liga 2 2019, yakni lawatan ke kandang PSBS Biak pada Jumat (13/9/2019) yang kemudian diundur menjadi Minggu (15/9/2019), menjamu Persatu Tuban pada Rabu (18/9/2019), menjamu Madura FC pada Minggu (22/9/2019), dan terakhir melawat ke kandang Persewar Waropen pada Sabtu (28/9/2019).