Polisi: Bentrok Suporter Persik & PSIM Dipicu Ketidakpuasan terhadap Hasil Pertandingan

Petugas kesehatan mengevakuasi korban kerusuhan suporter Persik dan PSIM, Senin (2/9/2019). - Antara/Prasetia Fauzani
03 September 2019 16:02 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menyebut bentrok antara suporter Persik Kediri dan PSIM Jogja di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin (2/9/2019) petang dipicu ketidakpuasan terhadap hasil pertandingan. Namun, polisi belum mengetahui siapa yang memulai keributan.

Dalam laga pekan ke-14 Liga 2 2019 tersebut, PSIM Jogja kalah 0-2. Kekalahan ini mengancam posisi Laskar Mataram di puncak klasemen.

“Pendukung tidak puas dengan hasil pertandingan sehingga terjadi saling lempar. Tidak diketahui pihak yang melempar terlebih dahulu,” kata AKBP Anthon Haryadi saat gelar perkara di Mapolresta Kediri, Selasa (3/9/2019).

Polresta Kediri sudah menangkap 53 orang menyusul bentrok tersebut. Polisi juga menemukan beberapa benda berbahaya seperti senjata tajam dan tongkat pemukul yang disimpan dalam satu mobil yang diduga milik suporter.

Dalam insiden tersebut, polisi mengumpulkan ratusan suporter PSIM di Taman Tirtoyoso yang terletak dekat dengan Stadion Brawijaya. Namun, ribuan suporter Persik mengepung lokasi tersebut sehingga pendukung PSIM tak bisa keluar.

Dalam penelurusan polisi, massa kericuhan merusak fasilitas taman hiburan. Selain itu, enam CCTV hilang, dua mesin kasir rusak, uang parkir Rp1 juta hilang, tembok bagian selatan jebol, dua unit komputer rusak, 20 rambu di taman rusak, pagar kolam renang rusak, hingga warung juga rusak.

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri Widodo mengatakan sebelum laga panitia sudah menjalin komunikasi dengan dua kelompok suporter PSIM, baik Brajamusti (Brayat Jogja Mataram Utama Sejati) maupun The Maident (Mataram Independent). Dia juga menyebut kericuhan pecah berkaitan dengan hasil pertandingan.

“Awalnya kami siapkan 500 tiket, tapi mereka meminta 1.000. Kami beri kuota, karena juga tidak enak ada hubungan baik. Ternyata, lebih dari 1.000 orang, sampai 2.000 lebih orang yang datang, setelah kalah, mereka mulai berbuat rusuh,” kata Widodo.

Ia mengatakan beberapa orang yang mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri serta RS Gambiran Kediri.

Ia menyesalkan keributan tersebut karena saat pertandingan suporter tertib.

“Persikmania ngalah. Kalau stadion tidak ada yang rusak, karena ini setelah pertandingan selesai. Tapi sanksinya ada, kami belum tahu. Jadi, ini pertandingan selesai baru kaos,” ujar dia.

Sumber : Antara