Asyraq Gufron & Ikhwan Tampil Bagus, Ini Rencana Pelatih PSS untuk Mereka

Ikhwan Ciptady (kiri) menempel penyerang Madura United Greg Nwokolo pada laga Liga 2 2019 di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Rabu (31/7/2019). - Antara/Saiful Bahri
31 Juli 2019 22:22 WIB Budi Cahyana & Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, PAMEKASAN—Duet bek tengah PSS Sleman, Ikhwan Ciptady dan Asyraq Gufron, menjadi bintang dalam kemenangan Super Elang Jawa atas Madura United dalam pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Rabu (31/7/2019) malam. Penampilan apik keduanya membuat Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro punya banyak pilihan di lini belakang.

Ikhwan dan Asyraq musim lalu memperkuat Persis Solo hingga fase grup Liga 2. Memasuki 8 Besar, keduanya hijrah ke PSS Sleman dan langsung menjadi tumpuan tim dalam perjalanan menuju promosi ke Liga 1 sekaligus menyegel titel Liga 2 2019. Asyraq tampil delapan kali untuk PSS musim lalu, sedangkan Ikhwan kerap turun dari bangku cadangan. Musim ini, keduanya adalah ban serep. Seto menempatkan bek veteran Purwaka Yudi dan pemain asal Spanyol Alfonso de La Cruz sebagai dua pilar utama di jantung pertahanan. Asyraq main ketika Purwaka Yudi atau Alfonso cedera. Sementara, Ikhwan baru main sekali ketika PSS bermain imbang melawan Barito Putera pekan lalu karena Asyraq kedodoran mengawal lini belakang PSS di laga melawan PSIS Semarang dan Bali United.

Keduanya kemudian diduetkan sejak menit pertama melawan Madura United lantaran Purwaka Yudi dibekap cedera dan Seto masih sangsi dengan kebugaran Alfonso yang absen selama sebulan lantaran cedera.

Seto mengaku yakin menduetkan Ikhwan dan Asyraq karena mereka sangat solid di pengujung Liga 2 musim lalu. Namun, kecemasan sempat terbit di benak Seto karena tim yang mereka hadapi malam ini adalah Madura United yang bertabur bintang dan panggung tempat mereka bermain adalah kompetisi kasta tertinggi Tanah Air.

“Saya ingatkan ini levelnya berbeda,” ucap Seto seusai PSS membekuk Madura United.

Keduanya tampil sangat solid. Ikhwan dan Asyraq bermain nyaris sempurna, bahu-membahu mematikan duet striker sahibulbait: Beto Goncalves dan Aleksandar Rakic. Di babak pertama, kombinasi keduanya mencatat tiga blok, empat kemenangan dalam duel, dan dua sapuan. Di babak kedua, Ikhwan dan Asyraq semakin solid, membuat empat sapuan dan memenangi dua duel. Ketangguhan keduanya dibantu penampilan oke dari dua fullback: Bagus Nirwanto dan Derry Rachman yang sukses mencatat empat tekel dan tiga sapuan.

Kuartet bek PSS, ditambah kecemerlangan kiper Ega Rizky, bisa meredam sembilan percobaan umpan silang yang dikirimkan Madura United.

Asyraq dan Ikhwan bisa memberikan opsi tambahan bagi Seto di barisan pertahanan. Apalagi, usia keduanya jauh lebih muda dibandingkan dengan Purwaka Yudi dan Alfono. Asyraq masih berusia 23 tahun dan Ikhwan 25 tahun. Adapun Purwaka Yudi sudah berumur 35 tahun dan Alfonso 35 tahun. Purwaka Yudi dan Alfonso juga rentan cedera. Keduanya berduet hanya di tiga pertandingan awal musim ini. Selebihnya mereka cedera bergantian.

Seto pun mengisyaratkan memberikan menit bermain lebih banyak kepada Asyraq dan Ikhwan.

“Mereka berdua cukup kokoh untuk pertandingan malam ini. Mudah-mudahan penampilan bagus ini tidak membuat kepercayaan diri keduanya berlebihan. Semoga ini jadi motivasi mereka untuk tampil reguler. Secara umum mereka berdua cukup bagus,” ucap Seto.

PSS menang 1-0 berkat gol semata wayang Irkham Milla di menit ke-63.