Penjelasan Vlado: Saya Tak Pernah Perintahkan Pemain PSIM Memainkan Umpan Panjang

Vladimir Vujovic - Harian Jogja/Dok/Ist.
04 Juli 2019 17:12 WIB Jumali & Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Vladimir Vujovic menegaskan strategi umpan panjang yang dimainkan anak asuhnya saat kalah 1-2 dari Persik Kediri benar-benar di luar rencana. Pelatih asal Montenegro ini tak pernah memerintahkan para pemain untuk menerapkan umpan-umpan panjang langsung ke daerah pertahanan lawan.

“Saya sangat kecewa karena umpan panjang bukan gaya saya sejak saya menjadi pemain sampai sekarang saya menjadi pelatih. Saya tak pernah memerintahkan mereka untuk memainkan strategi demikian,” kata pelatih yang karib disapa Vlado tersebut dalam penjelasannya melalui aplikasi Whatsapp kepada Harian Jogja, Kamis (4/7/2019).

Umpan panjang sangat kental dalam permainan PSIM melawan Persik di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (1/7/2019) sore lalu. Berdasarkan catatan Harian Jogja, dari 115 percobaan mengumpan yang dilakukan pemain Laskar Mataram sepanjang 90 menit, 59 operan adalah umpan panjang. Lebih dari separuh operan jauh langsung ditujukan ke area pertahanan Persik. Dalam pertandingan tersebut, Raphael Maitimo yang posisi naturalnya adalah gelandang memainkan peran sebagai targetman, persis dengan Cristian Gonzales.

Keduanya menjadi sasaran operan-operan panjang pemain PSIM. Strategi tersebut berjalan bagus di babak pertama. Laskar Mataram unggul 1-0 berkat gol Rosi Noprihanis yang menerima umpan lambung dari tengah lapangan. Namun, di babak kedua, skema tersebut macet.

Kepada Harian Jogja, Vlado menyatakan tak pernah meminta Maitimo bergerak di posisi striker dan menjadi targetman untuk umpan-umpan jauh.

“Apakah Anda pikir saya memerintahkan para pemain bermain seperti itu?” ujar mantan bek Persib dan Bhayangkara FC ini.

Vlado kemudian mengirimkan video singkat tentang umpan-umpan jauh yang tidak akurat yang dipraktikkan pemain PSIM kala takluk dari Persik Kediri. Video tersebut memperlihatkanm pergerakan para pemain tak memungkinkan PSIM memainkan umpan pendek. Ruang di lini tengah bak rongga besar.

Meski Vlado memainkan 4-3-3, tiga gelandang PSIM jarang mengisi area tengah lapangan. PSIM bermain seolah tanpa motor permainan.  Ruang-ruang di lapangan yang semestinya bisa ditempati satu atau dua pemain untuk memainkan umpan pendek dalam menyusun serangan dibiarkan kosong. Akibatnya, bola dari lini belakang langsung dikirimkan ke depan, kepada Maitimo dan Gonzales yang tak selalu bisa menerimanya karena bola keburu diintersep bek Persik atau melenceng dari sasaran.

Rancangan permainan Vlado sebenarnya adalah umpan-umpan pendek, tetapi instruksinya macet dan tak dijalankan di lapangan. Seusai laga melawan Persik, Vlado juga sudah mengungkapkan persoalan ini. Rencana yang sudah dia susun dan dinstruksikannya kepada pemain tak dijalankan.

Vlado kemudian memberikan contoh betapa umpan panjang jarang memberikan hasil yang baik dalam sepak bola. Contoh yang dia berikan adalah peringkat Indonesia di FIFA, yang berada di anak tangga ke-160, di bawah Maladewa, Suriname, Liberia, Republik Dominika, Kaledonia Baru, Kuwait, Mauritius, Tahiti, dan Malaysia.

“Coba pikirkan ini. Kenapa negara ini berada di posisi seperti ini? Jika para pemain bisa memainkan tiki taka, apakah negara ini akan berada di peringkat ke-160?” kata Vlado sambil mengirimkan tangkapan layar peringkat FIFA yang berisi negara-negara lemah.