Hajar Suporter Persis Solo, Bocah Pendukung PSIM dari Kelompok Begundal Street Diringkus Polisi

Dua tersangka pelemparan batu yang menewaskan suporter PSS Sleman sudah diringkus dan kini ditahan di Mapolres Sleman, Jumat (25/1/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
25 Januari 2019 19:25 WIB Yogi Anugrah Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Selain meringkus dua tersangka penimpuk batu yang menewaskan satu suporter PSS Sleman, aparat Polres Sleman juga menciduk satu remaja yang menghajar satu suporter Persis Solo.

Para perusuh itu berbuat onar pada Sabtu (19/1/2019), seusai laga perayaan keberhasilan PSS menjuarai Liga 2 2018. Pertandingan itu bertajuk Celebration Game, mempertemukan PSS dengan Persis Solo.Pertandingan berjalan lancar tanpa keributan. Kelompok suporter kedua kesebelasan juga sudah mengikrarkan persahabatan.

Namun, seusai pertandingan, suporter PSS dan Persis yang hendak pulang dicegat di wilayah Kalasan. Menurut Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, terdapat dua insiden pada Sabtu pekan lalu. Satu kericuhan menewaskan satu suporter PSS, sedangkan satu keributan lagi melukai suporter Persis Solo.

Suporter PSS Sleman asal Klaten ditimpuk batu hingga tewas. Dua orang yang diduga menjadi pelempar batu sudah diringkus dan dijadikan tersangka. Sementara, penganiayaan terhadap suporter Persis Solo dilakukan SA, remaja yang masih berusia 17 tahun.

Dia dan teman-temannya berkelahi dan menghajar satu suporter Persis Solo di dekat Masjid Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman.

“SA ini di bawah umur, sehingga tidak kami tampilkan saat ini, namun akan tetap kami proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” kata AKBP Rizky saat konferensi pers di Mapolres Sleman, Jumat (25/1/2019) sore.

Dalam jumpa pers tersebut, Polres Sleman memperlihatkan wajah dua tersangka pelemparan batu yang menewaskan suporter PSS.

Ihwal kebrutalan SA yang masih remaja, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggito Hadi menjelaskan kronologinya. SA menghajar suporter Persis dengan menimpuk batu, persis dengan cara yang dipakai dua tersangka yang menewaskan suporter PSS.  Saat itu, suporter Persis sedang berboncengan dengan temannya naik motor.

“Setelah dilempar, korban mengejar pelaku ke dalam perkampungan, ternyata di dalam perkampungan sudah menunggu teman pelaku yang mengeroyok korban hingga luka-luka,” ujar dia.

AKP Anggito mengatakan SA merupakan suporter fanatik PSIM, bergabung dari Brajamusti. Bocah ini, menurut Anggito, merupakan eksekutor dari Kelompok Begundal Street. Dia, sebelumnya juga pernah terlibat kasus pengrusakan.

“Ini masih kami kembangkan kasusnya, karena masih ada kemungkinan bertambahnya pelaku lain,” kata Kasat Reskrim Polres Sleman.